Planet Nibiru, Kiamatkan Bumi

Banjarmasin,Klikikalsel —  Ternyata hanya isapan jempol belaka, sejumlah kaum pencetus teori konsipirasi pada bulan Oktober lalu,  menyatakan bahwa planet Nibiru akan menabrak bumi pada tanggal 19 November 2017.

Foto : Planet Nibiru ( Net )

Menurut mereka, Nibiru akan memicu gempa akibat tabrakannya dengan palnet bumi yang ditempati manusia dan memusnahkan kehidupan di planet Biru ini .  Para pencetus teori konspirasi pun berkoar, kiamat akan terjadi 19 November 2017. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail pada Minggu (19/11/2017).

Nibiru adalah sebuah planet yang belum dikonfirmasi keberadaannya dengan jelsa , dimana planet tersebut terdeteksi oleh pesat nama pada tahun 2010 dengan nama alat  NASA’s Stereo spacecraft, menyerupai sebuah titik yang berada dekat Matahari yang menyerupai  UFO atau Planet,  namun  sejumlah ilmuan antariksa meyakini sebuah planet dengan masa orbit setiap 3.600 tahun sekali.

Beberapa teori konspirasi juga menyebutkan Nibiru pernah mengacaukan orbit planet lain pada ratusan tahun lalu. Mereka mengklaim bahwa hal itu dapat terjadi kapan pun, dan bisa juga betabrakan dengan Bumi.

Ramalan kiamat 19 November 2017, yang disebabkan oleh planet Nibiru  disebar oleh Planetxnews.com, disebutkan bahwa Nibiru semakin dekan dengan bumi dan berakibat meningkatnya gempa bumi dan erupsi gunung berapi disebabkan oleh gravitasi Nibiru.

“Aktivitas seismik mencapai puncaknya pada minggu kedua November hingga Desember 2017dan prediski gempa akibat penyelarasan Bumi melewati Matahari terhadap Bintang Hitam (Nibiru) dijadwalkan terjadi pada 19 November 2017,” ujar Croft  salah satu penulis website tersebut.

NASA Membantah

Prediksi David Meade soal kiamat akibat Nibiru sempat membuat sejumlah orang khawatir. Namun, NASA tak tinggal diam. Badan Antariksa Amerika Serikat itu mementahkan ramalan hanya omong kosong.

“Tak ada bukti sahih tentang keberadaan Nibiru. Tak ada foto, tak ada jejak, tak ada penglihatan astronomi,” kata Morrison dalam video yang diunggah NASA, seperti dikutip dari Express.co.uk.

Menurut peneliti senior di Solar System Exploration Research Virtual Institute (SSERVI) NASA itu, jika memang ada planet menghampiri tata surya dalam dan mendekati Bumi, tentunya planet itu sudah berada di orbit Mars.

“Yang gilanya lagi, orang-orang itu katanya telah melihatnya, tapi tidak pernah memberi tahu kami untuk bisa kami verifikasi,” ujar doktor lulusan Harvard University itu.

Morrison juga mengatakan, Nibiru adalah planet dengan massa yang besar, jelas akan mengganggu orbit Mars dan Bumi.

“Kami akan melihat perubahan pada orbit tersebut karena benda nakal ini masuk ke tata surya bagian dalam. Tapi, tidak ada perubahan apa pun, itu hanya berita hoax ,” lanjutnya. ( Azka )