Pipa Mandikapau Baru 70 Persen, Warga Masih Kesulitan Air Bersih

Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Warga Sungai Ulin hingga Trikora masih harus bersabar mendapatkan air bersih. Perbaikan kebocoran pipa intake Mandikapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, baru mencapai 70 persen.

Distribusi air pun belum normal, sementara penyelesaian perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu hingga satu pekan.

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan, pipa yang bocor sudah tersambung. Namun, tekanan air belum maksimal, sehingga belum mampu menjangkau seluruh pelanggan, terutama di wilayah dengan elevasi lebih tinggi.

“Karena tekanan masih belum full, otomatis air tidak sampai ke sana,” ujarnya.

Tahap selanjutnya adalah pengecoran untuk memperkuat sambungan pipa yang dijadwalkan Jumat (16/10/2026).

Di tengah keluhan masyarakat, Komisi II dan Komisi III DPRD Kalsel mendorong percepatan perbaikan sekaligus mencari solusi sementara agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

Baca Juga : Polda Kalsel Proses Hukum 23 Laporan Karhutla, 12 di antaranya Berkaitan dengan Korporasi

Baca Juga : Gegara Tak Kebagian Uang Menang Judi Slot, Tiga Pria di Banjarmasin Keroyok Teman hingga Tewas

Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, menegaskan penanganan kebocoran tidak boleh hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur. Pemenuhan kebutuhan air masyarakat selama distribusi terganggu juga harus menjadi prioritas.

Hal itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin, BPBPK, Dinas PUPR, BPAM Banjarbakula, PTAM Bandarmasih, PTAM Intan Banjar, dan PTAM Berkah Banua kemarin.

Sebagai langkah jangka pendek, BPAM Banjarbakula berkoordinasi dengan PTAM Intan Banjar untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah layanan Banjarbakula.

“Untuk jangka pendek, ada koordinasi BPAM Banjarbakula dengan Intan yang memenuhi 80 ribu sambungan rumah. Mereka akan berkolaborasi untuk pemenuhan kebutuhan air di Banjarbakula,” kata Mustaqimah.

Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat memulihkan pasokan air yang berkurang. Namun, selama perbaikan belum tuntas dan tekanan air belum normal, warga di sejumlah wilayah masih harus menghadapi ketidakpastian pasokan air bersih. (azka)

Editor : Akhmad