Pertama Kali Gelar Yudisium Virtual, Mahasiswa Poliban Berharap Ini yang Terakhir

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebanyak 157 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) mengikuti Yudisium Tahun 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Senin (12/10/2020).

Disiarkan secara langsung melalui zoom, kegiatan Yudisium dalam masa pola hidup baru ini adalah upaya dari Program Studi Teknik Sipil khususnya Politeknik Negeri Banjarmasin dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.

“Yudisium secara virtual ini merupakan hal baru yang pertama kali dilakukan Poliban. Hal ini karena di tengah pandemi Covid-19, sehingga secara aturan pihaknya tidak dapat melakukan Yudisium seperti biasanya pada tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu terpaksa Yudisium 21 ini dilakukan secara virtual,” ujar Joni Raida selaku Direktur Poliban.

Ia menambahkan, Yudisium ke 21 di lakukan secara bertahap selama 4 hari, dimulai Jurusan Teknik Sipil pada hari ini, Selasa Jurusan Teknik Mesin, Rabu Jurusan Teknik Elektro, Kamis Jurusan Akuntansi dengan total keseluruhan 779 wisudawan.

Baca juga : Di Tengah Pandemi, Wisuda Drive Thru jadi Alternatif Poliban

Bahkan ia juga berpesan kepada seluruh peserta yudisium agar para peserta tetap semangat dalam menatap masa depan. Tetap mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di masa pola hidup baru, dan tetap menjaga prestasi serta nama Poliban.

Sementara, Ketua Jurusan Teknik Sipil Poliban, Reza Adhi Fajar, juga menyampaikan bahwasannya yudisium kali ini hanya dihadiri oleh beberapa peserta sebagai perwakilan, sedangkan lainnya mengikuti semua proses yudisium berdasarkan secara daring ataupun virtual yang mana Yudisium Ke 21 secara virtual terdiri Program D3 dan D4.

Sebegaimana diketahui, hari ini berasal dari D3 teknik pertambangan 22 orang, D3 teknik sipil 94, D3 Teknik Geodesi 22, D4 Teknik Bagunan Rawa 19.

Baca juga : Tingkatkan Kapasitas dan Keahlian WUB, Disbudpar Gelar Pelatihan Bidang Pariwisata

Selain itu, Ananda Shafa Kamila salah satu wisudawan teknik sipil yang mana dinobatkan menjadi lulusan terbaik di jurusan teknik sipil dengan nilai 3,88 ini merasa sedih harus online karena berbeda dengan sebelumnya.

“Tapi tidak papa yang penting sudah lulus dengan perjuangan kuliah 3 tahun dimana tugas kuliah menumpuk Alhamdulilah sudah bisa dilewati,” ucanya wisudawan terbaik ini.

Adapun harapannya tidak ada lagi yudisium online, karena menurutnya yudisium offline dan online itu memiliki rasa yang berbeda.

Baca juga : Mahasiswa dan Buruh kembali Rapatkan Barisan, Siapkan Aksi Lanjutan

“Terpenting, saya senang karena sudah lulus,” pungkasnya.(airlangga)

Editor : Amran

 

Video : Demo Tolak Omnibus Law di Banjarmasin Berakhir Damai