Pasien Positif Covid-19 Rentan Sesak Nafas, Ketersediaan Ventilator Minim

Petugas medis saat menangani PDP suspect Covid-19. (foto: istimewa)
BANJARMASIN, klikkalsel.com – Rata-rata pasien positif Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP) mengeluhkan sesak napas. Namun ketersediaan alat medis berupa ventilator untuk membantu pernapasan di dua rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 terbatas.
RSUD Ulin Banjarmasin dan RSUD Moch Ansari Saleh merupakan dua yang paling banyak menangani pasien di situasi pandemi Covid-19 saat ini, jika dibanding tiga rumah sakit rujukan lainnya. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan (Kalsel) menyebut 24 kasus pasien positif dirawat di rumah sakit rujukan, dan 13 orang menjalani isolasi mandiri.
Di RSUD Ulin Banjarmasin sendiri merawat 15 pasien positif yaitu dengan kode KS (kasus) Covid : 02, 06, 11,13,14,15,16,17, 20, 25, 28, 30, 35, 39, dan 40. Diantaranya mereka mengalami sesak nafas yang sewaktu-waktu memerlukan ventilator.
“KSCovid 06 laki-laki dari Kabupaten Banjar, perawatan hari ke 17 masih dalam kondisi sesak nafas,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim mengacu data 15 April 2020, di Command Center Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Rabu (15/4/2020) sore.
Muslim mengungkapkam, pasien Covid-19 yang juga mengalami sesak nafas di RSUD Ulin Banjarmasin yaitu, KSCovid : 20, 30, 35, 39, dan 40. Semetara itu, RSUD Moch Ansari Saleh Banjarmasin menangani 4 pasien positif covid-19 yaitu KSCovid : 18, 26, 27, dan 21. Muslim mengatakan KSCovid 21 dalam kondisi sesak nafas.
Sementara, RSUD Ulin Banjarmasin yang saat ini menerima pasien rujukan paling banyak, rupanya hanya memiliki 10 unit. Itu pun dua di antaranya berada di ruang isolasi khusus pasien Covid-19. Sedangkan, delapan ventilator lain berada di ruang ICCU untuk keperluan pasien umum atau di luar pasien Covid-19.
“Yang memerlukan tak hanya pasien corona. Ada pasien umum. Dua yang ada di ruang isolasi masih mencukupi hingga saat ini,” ujar Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati.
Apabila ada keperluan ventilator lebih di untuk ruang isolasi Covid-19. Maka pihak rumah sakit memindahkan ventilator di ruang ICCU ke ruang isolasi Covid-19.
“Karena pasien Covid-19 harus tetap berada di ruang isolasi. Alatnya yang kami kirimkan,” imbuh Suci
Tentu jumlah ventilator yang ada saat ini jika dibandingkan dengan jumlah pasien, tak seimbang. Pasalnya ventilator merupakan sarana sakral yang butuh apabila ada pasien covid-19 mengalami kondisi sesak nafas sangat darurat.
Di samping itu, jika di RSUD Ulin Banjarmasin tersedia 10 ventilator, di RSUD Mohammad Ansari Saleh Banjarmasin jumlahnya lebih sedikit, yakni hanya 5 unit. Empat unit berada di ruang ICCU dan satu di ruang isolasi.
“Sementara yang ada dimaksimalkan. Kami sudah meminta kepada gugus tugas tambahan. Mudah-mudahan segera datang. Maksimalnya sih 5 unit lagi,” timpal Direktur RSUD Mohammad Ansari Saleh Banjarmasin, Izaak Zoelkarnaen.
Kendati demikian, kedua rumah sakit ini berharap ada bantuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel agar dibantu ventilator untuk penanganan pandemi ini. (rizqon)
Editor : Akhmad