Parah, Penanganan KLB Difteri Tidak Ada Anggaran

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Lutfi Saifuddin. (elo syarif/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel – Wabah difteri mengancam, sudah tiga daerah di Kalsel menyandang status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Lutfi Saifuddin. (elo syarif/klikkalsel)

Daerah itu, yakni Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut (Tala), dan Kota Banjarbaru.

Walau status KLB, pemerintah belum juga mengucurkan anggaran untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran penyakit tersebut.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Lutfi Saifuddin menyayangkan kenyataan ini. “Harusnya anggaran sudah disiapkan baik di provinsi maupun kabupaten/kota yang daerahnya dinyatakan KLB difteri,” tekan politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Lantaran tak ada anggaran, petugas kesehatan pun tak bisa memberikan vaksin anti difteri. Padahal virus penyakit ini sangat cepat menyebar.

Khusus untuk Pemprov Kalsel, pihaknya siap mendukung penganggaran khusus untuk penyakit ini. “Kami tak ingin difteri memakan korban lebih banyak lagi,” tekannya.

Atas dasar itu untuk saat ini ia meminta semua Puskesmas terus memantau balita dan anak yang kemungkinan terserang difteri. “Jika ada gejala difteri, segera rujukan pasien ke RSUD Ulin yang merupakan rumah sakit milik Pemprov Kalsel,” sarannya.

Dia pun meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit yang banyak menyerang balita dan anak ini. “Caranya dengan terlebih dahulu membawa pasien ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat,” ujarnya mengingatkan.(elo syarif)

Editor : Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.