Sosial  

Momen Sumpah Pemuda, Organisasi Mahasiswa Kalsel Berikrar Kawal Pemilu 2024

Penandatanganan ikrar bersama Pemilu Sebagai Integritas Bangsa oleh para pimpinan 12 organisasi mahasiswa di Kalsel yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus.

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebanyak 12 Ketua organisasi mahasiswa (Ormawa) di Kalimantan Selatan (Kalsel) tergabung dalam kelompok Cipayung Plus melakukan ikrar dan penandatanganan bersama mengawal penyelenggaraan Pemilu 2024 di Galaxy Hotel Banjarmasin, Kamis (27/10/2022) malam. Ikrar di momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, mereka menegaskan ingin terciptanya Pemilu yang berkualitas.

Menyongsong Pemilu 2024, KPU Kalsel menggandeng Ormawa sebagai subjek kepemiluan melalui kegiatan ‘Sosialisasi Pemilu Sebagai Integritas Bangsa’. Ratusan mahasiswa perwakilan 12 organisasi itu dibekali pemaparan materi dan diskusi yang disampaikan pihak Polda Kalsel, Kejaksaan Tinggi Kalsel, KPU RI dan Bawaslu RI.

Para pemuda diminta menjadi bagian menyukseskan seluruh tahapan Pemilu yang aman, damai, dan kondusif. Setidaknya tiga hal itu dinilai tercapai, jika penyelenggaraan pesta demokrasi mengalami peningkatan partisipasi pemilih tanpa dicederai perpecahan dan tindakan politik uang.

Baca Juga : Kontroversi Keterlibatan Jong Borneo di Sumpah Pemuda Tahun 1928 pada Kongres Pemuda II

Baca Juga : 47 Orang Advokat Ikuti Pengambilan Sumpah PERADI

“Kelompok-kelompok berpengaruh seperti mahasiswa ini mampu menekan angka money politics, tercegahnya kejadian-kejadian yang menggangu elemen-elemen penyelenggaraan dan kejahatan pemilu,” ucap Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah.

Komisioner yang menangani Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM ini menambahkan, dengan keterlibatan mahasiswa akan mempermudah edukasi Pemilu kepada generasi milenial dan masyarakat secara luas. Terlebih lagi, dia mengungkapkan, generasi milenial pada Pemilu 2024 mendatang adalah kelompok yang mendominasi peserta demokrasi.

“Ini menjadi kelompok yang sangat berpengaruh untuk menentukan arah bangsa ke depan, arah pemerintahan 5 tahun mendatang baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat. KPU mengandeng teman-teman mahasiswa bersama berkolaborasi,” pungkasnya.

Sementara itu, mahasiswa memberikan masukan kepada penyelenggara Pemilu agar kejadian buruk pada pesta demokrasi 2019 seperti polarisasi massa, politik identitas, dan banyaknya petugas yang meninggal dunia akibat kelelahan tidak terulang di 2024. Mereka berkomitmen untuk turut terlibat hingga di tingkat desa guna meminimalisir terjadinya hal tersebut serta faktor lainnya yang menciderai pesta demokrasi.

“Pemilu tidak hanya dilihat dari segi kualitas, tetapi juga kualitas pemimpin yang dihasilkan,” tandas Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Kalsel, Laili Masruri didampingi para pimpinan Ormawa lainnya. (rizqon)

Editor: Abadi