BANJARMASIN, klikkalsel – Pasca lebaran harga sembako masih tak stabil di pasaran. Bahkan, harga telur ikut naik karena berkurangnya pasokan dari sentra penghasil lokal hingga Pulau Jawa.

Kenaikan itu berdasarkan penuturan sejumlah pedagang di Pasar Sungai Andai, Antasari, Pasar Lama dan Pasar Belitung, saat disambangi wartawan klikkalsel.com, Kamis (5/7/2018)
Khusus telor bebek yang biasanya seharga Rp2.400 sudah mencapai Rp3.100 perbijinya, sedangkan harga telor ayam dari Rp2.300 naik menjadi Rp2.600 perbutir.
Pedagang Telor Sungai Andai, Inah mengatakan saat ini harga telor mulai naik kembali, terutama telor bebek. Sedangkan telor ayam ras tetap di harga tertingginya usai lebaran Rp2.600.
“Harga telor bebek sangat naik dari harga biasanya,†katanya.
Ahmad Juki pedagang telor eceran di kawasan Pasar Lama juga menuturkan hal yang sama, harga telor kini mulai naik. Disebabkan pasokan telor yang terbatas, dari agen penyupai telor.
“Jatah yang saya terima dari pemasok telur bebek berkurang dari hari biasanya dan harganya juga naik,†katanya.
Biasanya, kata dia, pasokan telor ayam ras datang dari Bati-Bati, Tanah Laut dan Liang Anggang yang disuplai ke Banjarmasin hingga ke Kalteng. Sementara telur bebek biasanya dari Hulu Sungai dan Pulau Jawa.
Walau harga telor bebek dan telor ayam ras mengalami kenaikan. Namun, omzet penjualan masih normal.
“Jika pasokan terus berkurang beberapa minggu kedepan ini maka kenaikan harga telur akan melambung,†kata dia.
Shanti salah seorang penjual nasi mengatakan, setiap hari ia membeli telor bebek maupun telor ayam ras. Jika harga telor naik otomatis ia juga menaikan dagangannya meski tidak terlalu tinggi dari harga.
“Jika harga telor naik saya juga menaikan harga satu porsinya, tapi tidak terlalu besar paling Rp500 hingga Rp1.000,†katanya. (azka)
Editor : Farid





