Religi  

Begini Penjelasan Hukum Islam Tentang Jual Beli Bagian Hewan Kurban

Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Idul Adha adalah hari raya yang diisi dengan shalat id dan ibadah kurban dengan menyembelih hewan serta membagikan dagingnya kepada orang-orang disekitar.

Pada momen itu juga, seringkali ditemukan bagian kulit dan kepala hewan kurban yang tersisa di jual belikan.

Lantas bolehkah, kepala, dan kulit dari hewan kurban tersebut diperjual belikan dalam Islam oleh orang yang berkurban.

Dijelaskan Ustadz Muhammad Maulana Al Kelayani, Hukum menjual kulit hewan kurban perlu dipahami, agar tidak salah langkah menyikapi bagian kulit atau kepala hewan kurban.

Pasalnya, bagian kulit dan kepala memang tidak semudah mengolahnya menjadi makanan seperti bagian daging. Apalagi nilai jual kulit dan kepala hewan cukup tinggi. Namun, perlu diketahui hukum menjual kepala dan kulit hewan kurban itu haram dan hasil uangnya tidak halal.

“Karena bagian kepala hewan kurban tersebut masih bisa dibagikan,” ujarnya, Selasa (18/6/2024).

Baca Juga Paman Birin Serahkan 4 Hewan Kurban ke Sabilal, Berat Satu Sapi Hampir Satu Ton

Baca Juga Guru SD Cari Cuan Berkah Penjualan Hewan Kurban

Selain di perjual belikan, kata Ustadz bagian kulit dan kepala hewan kurban tersebut juga tidak diperkenankan untuk upah orang yang menjagalnya atau penyembelihnya.

“Begitu juga untuk pemeliharaan dan panitia yang membaginya. Jadi dibagikan saja ke fakir miskin yang berhak menerimanya,” imbuhnya.

Rasullulah bersabda dalam sebuah hadist Riwayat Al Hakim, “Siapa yang menjual kulit hewan kurbannya, maka tidak ada kurban baginya.” (HR. ak-Hakim)

Hadits di atas menunjukkan bahwa hukum menjual kulit hewan kurban akan membuat pahala ibadah menjadi gugur. Nilai hewan menjadi sembelihan biasa, bukan sembelihan kurban.

Lebih lanjut, menurut syariat Islam, disunahkan agar orang yang berkurban memakan sebagian dagingnya sendiri, memberikan sebagian kepada kerabat, dan menyedekahkan sisanya kepada fakir miskin.

Dilansir dari laman NU Online, hal di atas dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surat Al-Hajj ayat 28:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
Artinya: “Maka makanlah sebagian dari hewan kurban tersebut, dan bagikan sebagian lainnya kepada orang-orang yang miskin dan membutuhkan.”

Jikapun diperjualbelikan, itu harus dalam keadaan terdesak.
“Namun, ibadah kurbannya telah jatuh atau bukan sembelihan kurban,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi