Kuota Dikurangi, Sampah Menumpuk di Sejumlah TPS Banjarmasin

Tumpukan sampah yang ada di TPS Jafri Zam-zam yang tidak terangkut

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Permasalahan sampah kembali mencuat di Kota Banjarmasin, dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah terlihat di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan titik lainnya akibat tidak terangkut secara maksimal oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kondisi ini terjadi bukan tanpa sebab. DLH Kota Banjarmasin mengungkapkan adanya pengurangan kuota pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Banjarbakula yang berada di kawasan Cempaka, Banjarbaru.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kota Banjarmasin, Marzuki, menjelaskan bahwa saat ini kuota pembuangan sampah dikurangi cukup signifikan, dari sebelumnya menjadi hanya 200 ton per hari.

“Sekarang ini kita di beri qouta sampah di TPA regional Banjarbakula di kurangi 100 ton per hari yaitu hanya 200 ton perhari, nah semenjak Ramadan dan Hari Raya. Saat lebaran libur 1 hari terjadi lah penumpukan sisa sampah di beberapa TPS yang tidak bisa di angkut dan dibuang ke TPA regional bakula,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, meskipun telah dilakukan berbagai upaya pengurangan sampah melalui pemilahan dan pengolahan di TPS3R, PDU BRC, rumah pilah hingga rumah kompos, volume sampah yang harus dibuang ke TPA masih tergolong tinggi.

“Karena memang produksi sampah Kota Banjarmasin masih menyisakan rata rata sampah 270 ton per hari yang harus di buang ke TPA regional Banjarbakula,” jelasnya.

Baca Juga : Sinergi Tiga Kepala Daerah, Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Jadi Fokus Utama

Baca Juga : Tumpukan Sampah di Jalan S Parman Menggunung, DLH Banjarmasin Seakan Abai

Dengan kondisi tersebut, terjadi selisih antara jumlah sampah yang harus dibuang dan kuota yang tersedia. Hal ini menyebabkan penumpukan yang terus terjadi setiap harinya.

“Karena hal itu sangat jelas bahwa sisa sampah yang harus di buang ke TPA regional Banjarbakula berkisar 270 ton namun kenyataan kita hanya diberi jatah qouta 200 ton,” ungkapnya.

“Setiap hari ini menjadi akumulasi tabungan sisa sampah yang tidak terangkut dan dibuang ke TPA bakula cempaka Banjarbaru,” ungkapnya.

Hingga sampai saat ini jika di akumulasi telah mencapai ratusan ton pasca libur Idul Fitri lalu. Pihak DLH pun mencatat, sisa sampah yang tertahan pun terus bertambah dari hari ke hari.

“Saat ini kami hitung 240 ton yang masih tertahan akumulasi dari mulai sehabis hari raya Idul Fitri lalu,” tambahnya.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, DLH Kota Banjarmasin melakukan penanganan darurat di sejumlah titik penumpukan sampah agar tidak semakin meluas dan mengganggu lingkungan sekitar.

“Jangka pendek kita di beberapa lokasi kita rapikan dengan cara pengarungan. Agar Sampahnya tidak berhamburan dan menimbulkan aroma yang tidak baik,” terangnya.

“Kondisi ini menjadi perhatian serius, jika tidak segera diatasi, penumpukan sampah berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat di Kota Banjarmasin,” tandasnya.(fachrul)

Editor: Amran