BANJARMASIN, klikkalsel.com – Komitmen bersama dalam mengatasi persoalan sampah terus diperkuat oleh para kepala daerah di Kalimantan Selatan. Hal tersebut tercermin dalam pertemuan strategis yang digelar di ruang kerja Wali Kota Banjarmasin, Rabu (2/4/2026), yang dihadiri Bupati Barito Kuala Bahrul Ilmi, Wali Kota Banjarmasin M Yamin, serta Bupati Banjar Saidi Mansyur.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga kepala daerah sepakat bahwa penanganan sampah membutuhkan perencanaan matang, baik dari sisi anggaran maupun regulasi. Kesiapan belanja modal serta payung hukum dinilai krusial guna mencegah munculnya dampak sosial akibat pengelolaan sampah yang belum optimal.
Bupati Banjar, Saidi Mansyur, menegaskan pentingnya menghadirkan proyek pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia menilai, program yang dijalankan tidak boleh bersifat jangka pendek, melainkan harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, mengungkapkan bahwa proses perizinan seperti Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) masih menjadi tantangan dalam percepatan penanganan sampah. Kendati demikian, ia menekankan pentingnya langkah konkret sebagai upaya awal untuk menekan penumpukan sampah.
Baca Juga : Pemko Banjarmasin Mulai Cairkan THR Untuk 8.059 ASN
Baca Juga : Wali Kota Banjarmasin Sampaikan LKPJ Akhir TA. 2025, Dorong Sinergi yang Lebih Masif di Tahun 2026
Dalam diskusi tersebut juga mengemuka gagasan pengolahan sampah menjadi sumber daya bernilai, sejalan dengan konsep yang didorong pemerintah pusat. Sampah diharapkan tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan dapat diolah menjadi bahan baku industri maupun sumber energi ramah lingkungan.
Ketiga kepala daerah turut mendorong peran aktif Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam memetakan titik-titik krusial permasalahan sampah. Data tersebut nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai dasar koordinasi lanjutan, termasuk rencana pertemuan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Selain itu, pengembangan konsep waste to energy juga menjadi perhatian serius sebagai solusi strategis dalam pengelolaan sampah modern yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Wali Kota Banjarmasin, M Yamin, berharap sinergi lintas daerah ini mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.
“Ini demi tujuan bersama, agar memberikan dampak yang baik dan positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi antar daerah, sekaligus mendorong percepatan implementasi kebijakan melalui dinas terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup. (airlangga)
Editor: Abadi





