Kreatif, Pengelola Masjid Ar-Raudhah Sungai Andai Masak Bubur Pakai Mesin Pengaduk Buatan Sendiri

Kadir, petugas memasak di Masjid Ar-Raudhah Sungai Andai Banjarmasin memasak bubur untuk menu berbuka puasa di bulan Ramadan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Hampir setiap tempat ibadah seperti Mushola dan Masjid menyiapkan makanan untuk jemaah berbuka puasa dalam rangka berbagi keberkahan melalui makanan di bulan Ramadan.

Begitu juga di Masjid Ar-Raudhah Sungai Andai Banjarmasin, badan pengelola menyiapkan ratusan porsi bubur sop ayam untuk menu berbuka puasa setiap harinya selama bulan Ramadan.

Menariknya, bubur sop ayam tersebut dimasak tidak manual. melainkan dimasukan ke dalam panci besar dan di aduk otomatis menggunakan mesin pengaduk yang dibuat mandiri oleh Badan Pengelola Masjid Ar-Raudhah Sungai Andai Banjarmasin.

Hal itu diungkapkan, Petugas Memasak Makanan Berbuka Masjid Ar-Raudhah Sungai Andai Banjarmasin, Kadir, dimana alat tersebut pihaknya rancang dan buat sendiri.

Baca Juga : Masjid Raya Sabilal Muhtadin Masih Sajikan Bubur Sabilal untuk Berbuka

Baca Juga : Ngabuburide WR Owners Indonesia (WOI), Asyik Berpetualang Pakai Yamaha WR 155 R

“Sudah tiga tahun terakhir kita disini memasak bubur sop ayam menggunakan alat pengaduk yang dibuat sendiri,” ujarnya, Jumat (14/4/2023) kepada klikkalsel.com

Awalnya, kata dia selama bulan Ramadan di Masjid Ar Raudhah Sungai Andai Banjarmasin memasak bubur dengan cara manual. Namun, seiring berjalannya waktu kita mencari ide untuk mempermudah mengaduknya.

“Soalnya kalau memasak bubur harus diaduk terus supaya tidak gosong, kalau manual kan lumayan juga tenaga yang dikeluarkan, lalu kita cari ide dan rancang hingga membuat alat pengaduk ini sendiri,” tuturnya.

Alhasil, kata Kadir untuk membuat bubur jadi lebih mudah dan bisa terbilang cepat. Karena hanya memerlukan waktu sekitar 1 jam setengah untuk siap disajikan.

“Jadi ini hanya alat untuk mengaduk bubur, kapasitas yang bisa ditampung untuk satu kali membuat bubur sekitar 14 liter maksimalnya,” ujarnya.

“Tapi untuk Ramadan ini kita hanya membuat 7 liter,” sambungnya.

Alat tersebut juga terbilang ramah lingkungan, karena hanya menggunakan listrik, dinamo dan gearbox sehingga tidak menimbulkan polusi bekas pembakaran kalau menggunakan bahan bakar.

Meskipun dibantu alat untuk mengaduk, petugas memasak juga harus selalu mengontrol api dari kompor agar bubur tersebut dapat masak secara merata.

“Api nya harus tetap dijaga sambil memasukan bahan-bahan secara bergantian,” jelasnya.

Selain itu, di Masjid Ar-Raudhah di ketahui selama Ramadan badan pengelola juga menggelar kegiatan keagamaan lainnya termasuk salat Qiyamul Lail. (airlangga)

Editor: Abadi