Kebakaran di Sungai Tempurung: Tiga Rumah Warga Hangus di Hari Lebaran

Warga dan Babinkamtibmas saat melihat kondisi rumah yang hangus terbakar di Jalan 9 November

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Hari lebaran pertama 1446 Hijiriah warga Banjarmasin dihebohkan dengan adanya kebakaran yang melanda pemukiman penduduk di Jalan 9 November, Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur atau lebih dikenal dengan kawasan Sungai Tempurung, RT 13, RW 01, Senin (31/3/2025) sekitar pukul 19.00 Wita,

Api berkobar tepat usai salat Magrib dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan tiga rumah serta satu WC umum yang menyebabkan kerugian besar bagi warga setempat.

Ketua RT 13, Fatahillah (25), mengatakan, sumber api diduga berasal dari sebuah bedakan kosong yang dijadikan gudang oleh pemiliknya,

“Saya tiba di lokasi saat api sudah membesar. Api kemudian dengan cepat merambat ke bedakan sebelah yang dulu dihuni oleh Saufi,” ujarnya.

Bedakan yang sebelumnya dihuni Saufi itu sehari-hari ditempati tiga jiwa, namun beruntung saat kejadian, penghuni sedang mudik ke Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.

Api juga menjalar ke rumah pribadi milik Dani yang dihuni empat jiwa, serta membakar WC umum yang berada di belakang bedakan tersebut.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, mengingat bedakan tempat asal api dalam kondisi kosong.

“Bedakan ini baru-baru ini kosong, dulu ada yang tinggal di sini, tapi sekarang sudah pindah,” jelasnya.

Baca Juga : Ingatkan Kewaspadaan Masyarakat Tentang Kebakaran, Pemko Banjarmasin Terus Cari Solusi Pencegahan

Baca Juga : Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel Salat Idul Fitri Bersama Ribuan Masyarakat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Sementara itu, Ramadhani (36), satu di antara penghuni rumah terbakar, mengaku panik saat melihat kobaran api yang tiba-tiba membesar di samping rumahnya.

“Saya lagi di rumah, tiba-tiba ada yang teriak kebakaran. Begitu keluar, api sudah besar dari rumah di sebelah,” jelasnya.


Ia sendiri juga mengaku enggak tahu pasti apakah dari rumah petak kosong atau rumah Saufi yang ditinggal mudik.

Karena rumahnya berbahan kayu, api dengan cepat merambat dan melahap bagian belakang bangunan.

Saat kejadian, ia hanya berdua dengan anaknya di rumah, sementara istrinya sedang pergi ke warung bersama anak mereka yang lain.

“Saya cuma sempat selamatkan sertifikat rumah. Setelah itu langsung menjauh saja, tidak sempat selamatkan barang lain,” tuturnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kebakaran. (airlangga)

Editor: Abadi