Kategori: Pendidikan

  • Wah, 11 SMPN di Banjarmasin Masih Kekurangan Siswa

    Wah, 11 SMPN di Banjarmasin Masih Kekurangan Siswa

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tahun ajaran baru 2022/2023 di Banjarmasin sudah mulai berjalan sejak Senin (18/7/2022) lalu. Namun dari pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online tahun ini, masih terdapat sejumlah SMPN di Banjarmasin kekurangan siswa.

    Di sisi lain sudah ada ribuan siswa mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di hampir seluruh sekolah SMPN di Banjarmasin.

    Dari data yang disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, terdapat sebelas sekolah yang masih kekurangan siswa hingga tahun ajaran baru berjalan.

    Sebelas sekolah tersebut yakni, SMPN 10, satu rombongan belajar (rombel), SMPN 12 satu rombel, SMPN 13 dua rombel, SMPN 16 satu rombel, SMPN 17 dua rombel, SMPN 18 satu rombel, SMPN 22 dua rombel, SMPN 28 dua rombel, SMPN 29 satu rombel, SMPN 32 dua rombel, SMPN 34 dua rombel.

    Apabila dihitung per satu rombelnya sebanyak 30 siswa, maka dengan jumlah sebelas sekolah tersebut, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kehilangan ratusan siswa yang ditargetkan.

    Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi, bahwa dari data terakhir yang ia terima sebaiknyak sebelas SMPN di Banjarmasin masih kekurangan siswa dari target yang telah ditetapkan.

    Baca Juga

    96 SD di HST Kekurangan Siswa

    PPDB Online Selesai, 16 SMPN di Banjarmasin Masih Kekurangan Siswa

    “Memang masih ada yang belum terpenuhi sebanyak sebelas sekolah, jadi kalau saya hitung itu ada sebanyak 17 rombel yang tidak terpenuhi,” ujarnya, Kamis (21/7/2022).

    Menurut Nuryadi dari total sebelas SMPN yang kekurangan siswa tersebut, beberapa sekolah diantaranya memang selalu kekurangan siswa setiap tahunnya.

    “SMPN 32, SMPN 29, SMPN 17, SMPN 18 dan SMPN 28 itu memang setiap tahun mereka kekurangan siswa,” ungkapnya.

    Sebelumnya, pelaksanaan PPDB di Banjarmasin sempat dikatakan tidak merata oleh Kementerian Pendidikan.

    Namun menurutnya lagi bahwa beberapa sekolah yang kekurangan siswa ini merupakan sekolah yang berada di kawasan yang memang minim siswa.

    “Tapi dari total keseluruhan masih ada sekolah yang mendapatkan siswa satu hingga dua kelas,” tuturnya.

    “Tapi dengan kejadian yang selalu berulang ini akan menjadi perhatian khusus bagi kita,” tambahnya.

    Dengan kekurangan siswa ini, Nuryadi mengakui bahwa pihaknya mendapatkan surat dari Kementerian. Perihal kejelasan terjadinya kekurangan siswa ini.

    “Tapi tidak hanya Disdik Kota Banjarmasin saja. Untuk tingkat SMA juga mendapatkan surat dari Kementerian,” bebernya.

    “Kita juga sudah menjawab surat dari Kementerian itu, bahwa kondisi wilayah tersebut tidak ada usia anak sekolah,” sambungnya.

    Nuryadi pun berharap agar kedepannya kekurangan siswa ini tidak lagi terjadi. “Ya kalaupun ada tapi tidak terlalu banyak. Dan hal ini juga menjadi perhatian kami,” pungkasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Alamak! Hanya Ada Satu Murid Kelas 1 di SDN 2 Pajukungan dan Bukat Barabai

    Alamak! Hanya Ada Satu Murid Kelas 1 di SDN 2 Pajukungan dan Bukat Barabai

    BARABAI, klikkalsel.com – Tahun ajaran baru di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Barabai tampak sepi, karena alami kekurangan siswa.

    Salah satu sekolah tersebut yakni SDN 2 Pajukungan yang kelas satu nya cuma diisi oleh satu orang siswa.

    Noorkasihani Kepala Sekolah SDN 2 Pajukungan Rabu (20/7/2022) membenarkan informasi tersebut, yakni kelas 1, yang hanya diisi oleh satu orang siswa. Walaupun begitu pembelajaran tetap pihaknya lakukan seperti sekolah biasanya.

    Satu siswa kelas 1 tersebut bernama Muhammad Junaidi, warga setempat. Menurutnya, meskipun cuma belajar satu orang Junaidi tetap semangat sekolah yang terbukti selalu turun semenjak MPLS pekan lalu hingga saat ini.

    “Benar, kelas satu hanya diisi 1 orang dan total keseluruhan siswa 40 orang. Bagi kami, pembelajaran tetap seperti biasanya,” tuturnya.

    Kasus kekurangan siswa lainnya juga ditemui di SDN Bukat yang berada di pusat Kota Barabai sekitar 100 meter jaraknya dari Dinas Pendidikan HST.

    Baca Juga 

    Hari Pertama Masuk Sekolah, Para Siswa Senang PTM Secara Penuh Dilaksanakan

    Demi Ilmu Kebal, Kakek di HST Tega Kuliti Sejumlah Jenazah

    Menurut keterangan Plh Kepala SDN Bukat Hj Laila Farida, total jumlah siswanya ada 25 orang, lebih menurun dibanding tahun lalu yang berjumlah 33 orang.

    Kekurangan siswa itu, menurutnya, karena adanya isu mau regrouping hingga penutupan sekolah yang siswanya kurang dari standarisasi pendidikan. Untuk itu, para orang tua siswa pun berpikir memasukan anaknya ke sekolah tersebut.

    “Tahun ini 1 orang mau masuk kelas 1, namun hingga pekan kedua ini ia masih belum masuk. Informasi terakhir didengar orang tuanya kecelakaan,” jelasnya.

    Demi mencari siswa, pihak sekolah sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari mendatangi dan berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan, meminta bantuan pihak kelurahan, keliling panti asuhan, hingga TK/PAUD.

    Namun, kenyataannya tidak ada perkembangan signifikan orang mau menyekolahkan anak-anaknya ke tempat tersebut.

    “Sementara belum ada keputusan dari Dinas Pendidikan, kami tetap normal menjalankan kegiatan pembelajaran. Selanjutnya, jika ada keputusan baik itu berupa regrouping atau hal lainnya kami siap menjalankannya,” tukasnya. (dayat)

    Editor : Akhmad

  • Disdik Diminta Menindak Sekolah yang Lakukan Pungli

    Disdik Diminta Menindak Sekolah yang Lakukan Pungli

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Dinas Pendidikan Kalsel diminta untuk menindak pihak sekolah ataupun komite sekolah yang melakukan pungutan liar (Pungli).

    “Walaupun sumbangan berdasarkan rapat komite sekolah. Namun jika menentukan angka, itu sangat bertentangan,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Kalsel M Lutfi Saipuddin.

    Sebab, menurutnya, pungutan adalah besaran angka yang ditentukan atau sudah dipatok, dengan waktu pembayaran ditentukan. “Itu pungli namanya,” katanya, Selasa (19/7/2022)

    Perlu diketahui, cetusnya, yang nama sumbangan sukarela tidak menentukan nominal dan waktu tidak ditentukan.

    Baca Juga : Pengelola Masjid Sabilal Muhtadin Laporkan Masalah Video Hoaks Sendal Rhoma Irama Hilang

    Baca Juga : Satpol PP Bersihkan PKL yang Berjualan di Atas Trotoar

    Lutfi tak menampik, jika saat ini banyak sekolah yang masih memerlukan bantuan baik itu operasional maupun lainnya.

    “Pendidikan kita masih memerlukan bantuan pihak ketiga yang sifatnya sukarela, bukan dari pemerintah. Bisa dalam hal ini orang tua murid. Namun jangan menentukan angka,” katanya.

    Dia pun menegaskan, jika ada menemukan Pungli di sekolah, untuk segera melaporkan ke pihaknya, Komisi IV DPRD Kalsel. “Dan kita panggil pihak pihak terkait yang melakukan pungutan tersebut,” tukasnya.(azka)

    Editor : Akhmad

  • Tingkatkan Kemampuan Tangani KtP/A dan TPPO, Puluhan Dokter Diorientasi

    Tingkatkan Kemampuan Tangani KtP/A dan TPPO, Puluhan Dokter Diorientasi

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Puluhan tenaga kesehatan atau dokter di Puskesmas dan rumah sakit di Kalsel, mengikuti kegiatan Orientasi Pelayanan Kesehatan bagi Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Angkatan Il Tahun 2022 di Banjarmasin.

    Kegiatan yang diikuti 32 tenaga dokter dari Puskesmas dan rumah sakit itu, dilaksanakan selama tiga hari, sejak 18-20 Juli 2022, di salah satu hotel Banjarmasin.

    Kepala Dinas Kesehatan Kalsel dr Diauddin Bahrudin mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mendukung peran pelayanan kesehatan, yang secara komprehensif sangat dibutuhkan untuk pencegahan dan penanganan KtP/A.

    “Yakni mulai dari identifikasi kasus kekerasan, memberikan pelayanan medis terhadap korban, melakukan rujukan baik medis, hukum, sosial, serta melakukan upaya pencegahannya,” katanya saat membuka kegiatan orientasi tersebut.

    Baca Juga : Pengelola Masjid Sabilal Muhtadin Laporkan Masalah Video Hoaks Sendal Rhoma Irama Hilang

    Baca Juga : Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Ungkap Motif Pemerkosa Anak Kandung di Banjarmasin, Mirip Mantan Istri

    Sementara Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Aguslinar Sinaga menyampaikan, terlaksananya kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan dan keterampilan tenaga kesehatan terhadap kasus dan penanganan KtP/A dan TPPO, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit.

    “Dengan kegiatan tersebut seluruh peserta dapat memahami dan melaksanakan skrining, serta tatalaksana bagi KtP/A, serta TPPO yang ada di wilayah kerja masing- masing,” tukasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Laksanakan PTM Secara Penuh, Disdik Imbau Agar Tetap Terapkan Prokes Ketat

    Laksanakan PTM Secara Penuh, Disdik Imbau Agar Tetap Terapkan Prokes Ketat

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Memasuki tahun ajaran baru 2022/2023, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh untuk jenjang SD maupun SMP.

    Pelaksanaan PTM disambut antusias baik dari pihak sekolah maupun para siswa yang selama dua tahun terakhir harus mengikuti kegiatan belajar mengajar melalui daring saja.

    Untuk itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi mengaku sangat bersyukur karena pada tahun ajaran baru ini pihaknya bisa melaksanakan PTM, setelah hampir dua tahun lebih diterpa pandemi.

    “Kita sangat bersyukur saat ini kondisi sudah melainda, dan kita laksanakan PTM penuh ditahun ajaran baru ini,” ujarnya, Selasa (19/7/2022).

    Baca Juga

    Hari Pertama Masuk Sekolah, Para Siswa Senang PTM Secara Penuh Dilaksanakan

    Diskominfo Banjarbaru Fasilitasi Penggunaan TTE di Disdik dan RSD Idaman Banjarbaru

    “Tadi juga anak-anak sangat antusias mereka belajar, mudah-mudaha masa pandemi ini bisa berakhir tahun ini. Sehingga proses belajar mengajarnya kedepan akan berjalan lebih baik,” sambungnya.

    Meskipun saat ini kondisi Covid-19 di Banjarmasin terbilang landai, akan tetapi pandemi tersebut hingga sampai saat ini masih belum benar-benar menghilang.

    Dilaksanakannya PTM secara penuh ini, Nuryadi terus menghimbau agar para siswa dan guru agar mentaati Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat.

    “Seperti mencuci tangan, pakai masker didalam ruangan itu jangan dihilangkan. Kalau kantin disekolah kami izinkan buka, tapi kai himbau siswa membawa bekal dari rumah juga,” pungkasnya.(fachrul)

    Editor : Amran

  • Hari Pertama Masuk Sekolah, Para Siswa Senang PTM Secara Penuh Dilaksanakan

    Hari Pertama Masuk Sekolah, Para Siswa Senang PTM Secara Penuh Dilaksanakan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Hari Pertama masuk sekolah, ratusan siswa SMPN 1 Banjarmasin langsung mengikuti Upacara Bendera dan terlihat senang pertemuan tatap muka (PTM) dapat dilaksanakan.

    Kegembiraan dalam mengikuti upacara bendera tersebut nampak jelas di wajah para siswa. Bagaimana tidak, setelah dua tahun diterpa Pandemi Covid-19 SMPN di Banjarmasin akhirnya menggelar secara penuh.

    Disampaikan Kepala Sekolah SMPN 1 Banjarmasin, Gusti Khairur Rahman, bahwa setelah dua tahun lamanya, alkhirnya pihaknya kembali menggelar upacara bendera pada hari senin.

    “Baru ini upacara lagi setelah 2 tahun. Waktu pandemi kita tidak pernah mengadaka upacara bendera lagi,” ujarnya, (18/7/2022).

    Meski saat ini kondisi Covid-19 masih belum benar-benar hilang, ia meminta agar para tenaga pengajar maupun siswa harus tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

    Baca Juga : Penjual Seragam Sekolah Raup Cuan Jutaan Perhari

    Baca Juga : Hari Pertama Sekolah 11 Juli Mendatang, Peserta Didik Belum Vaksin Tetap Bisa Bersekolah

    “Kita sangat intens menerapkan kebersihan lingkungan. Jadi baik pengajar maupun siswa tetap terus menerapkan cuci tangan dan prokes,” jelasnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa dihari pertama PTM secara penuh ini siswa baru melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

    “Jadi khusus untuk kelas 7 itu MPLS dari tanggal 18 sampai 20. Masuk pukul 08.00 Wita dan pulang jam 12.00 Wita. Untuk kelas 8 dan 9 akan PTM normal sampai pukul 15.30 Wita,” tuturnya.

    “Karena itu sesuai arahan Dinas setelah rapat bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Jadi kita sistem fullday 5 hari kerja,” sambungnya.

    Sementara itu, salah seorang siswa, Siti Salsabila Azzahra, mengaku senang saat turun kesekolah dan mengikuti pelaksanaan upacara bendera.

    “Ya senang bisa kembali normal seperti sebelum Covid-19. Bisa upacara dan belajar langsung,” ungkapnya.

    Ia mengaku sedih beberapa tahun belakangan hanya bisa belajar secara online atau daring.

    “Jadi antar teman satu dan lainnya itu kurang berkomunikasi. Cuma bisa ketemu via zoom atau lainnya,” terangnya.

    “Kalau daring itu juga agak susah, gak bisa memahami pelajaran dengan baik. Tapi kalau offline seperti ini tentu bisa jadi lebih mudah,” pungkasnya.(fachrul)

     

    Editor : Amran

  • Nama Tiga Calon Rektor ULM Dikirim ke Kementerian Pendidikan

    Nama Tiga Calon Rektor ULM Dikirim ke Kementerian Pendidikan

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tiga nama calon Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2022 – 2026 dikirim ke Kementerian Pendidikan, untuk menjalani asesmen.

    Ketiga nama tersebut berdasarkan tahapan penyaringan melalui pemungutan suara 66 senat pada rapat senat tertutup bakal calon rektor, pada Rabu (13/7/2022) kemarin.

    Ketua Panitia Pemilihan Rektor Dr Nurul Azka mengatakan, sebenarnya dalam masa penyaringan ada empat calon rektor.

    Akan tetapi senat dan panitia sudah sepakat dimana tiga nama calon yang mendapat dukungan terbanyak, yang akan maju menjadi calon rektor.

    Yakni, yang mendapatkan dukungan terbanyak Prof Dr Ahmad dengan 30 suara, disusul Dr Ir Achmad Syamsu dengan 24 suara, serta Prof Dr Aminuddin sebanyak 8 suara.

    Baca Juga : Proses Administrasi dan Verifikasi Pemilihan Rektor ULM Memasuki Babak Baru

    Baca Juga : Menjadi Duta Psikologi ULM 2022, Arman dan Nabila Dukung Terus Program Kampus

    “Awal penjaringan ada 4 nama bakal calon rektor, karena diambil 3 nama yang mendapat dukungan terbanyak oleh senat, maka satu calon yakni Prof Dr Yudi Firmanul Arifin yang hanya mendapat dukungan 4 suara tak bisa melanjutkan ketahap berikutnya,” katanya kepada klikkalsel.com di ruang kerjanya, Kamis (14/7/2022).

    Dari hasil tersebut, berkas tiga nama calon rektor yang sudah disepakati akan dikirim ke Kementerian Pendidikan.

    “Selasa depan, 19 Juli 2022 berkas tersebut sudah di Kementerian Pendidikan. Dan ketiga calon rektor tersebut nantik akan dipanggil ke Jakarta untuk menjalani asesmen,” ucapnya.

    Ditambahkannya, para calon yang dipanggil akan menjelaskan berbagai program yang akan dilakukan jika terpilih menjadi rektor.

    “Untuk pemilihan akan berlangsung pada 31 Agustus 2022 mendatang, untuk suara senat sebanyak 65 persen, dan sisanya 35 persen dari Menteri Pendidikan,” katanya.

    Sementara Prof Dr Ahmad mengatakan, penyaringan kepada tiga calon rektor sudah berjalan dengan baik dan sukses.

    “Meskipun mendapatkan suara yang unggul, calon rektor memiliki peluang yang sama untuk menjadi Rektor ULM,” katanya

    Sebab dukungan bukan hanya dari senat, namun kementerian juga memiliki suara dalam pemilihan.

    “Seandainya diberi kepercayaan dalam memimpin ULM, nantinya akan melanjutkan proses pengembangan di ULM,” pungkasnya. (azka)

    Editor : Akhmad

  • Edukasi dan Informasi, Ratusan Murid SMP di Tabalong Ikuti Pengenalan Situs Cagar Budaya

    Edukasi dan Informasi, Ratusan Murid SMP di Tabalong Ikuti Pengenalan Situs Cagar Budaya

    TANJUNG, Klikkalsel.com – Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) ikuti pengenalan situs cagar budaya di Kabupaten Tabalong, Rabu (13/7/2022).

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan situs cagar budaya kepada beserta memberikan edukasi dan informasi para siswa.

    Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tabalong, Masdulhak Abdi mengatakan, para siswa dikenalkan dengan dua situs cagar budaya di Kabupaten Tabalong, yaitu Makam Gusti Buasan dan Goa Batu Babi.

    “Memperkenalkan (siswa) cagar budaya, karena rata-rata mereka tidak pernah berkunjung ke situs tersebut,” ujarnya.

    Pihaknya ingin memberikan edukasi mengenai keberadaan situs, seperti sejarah awal dijadikan situs cagar budaya dan nilai yang terkandung didalamnya.

    “Seperti di Gusti Buasan, siapa, orang mana, kemudian sepak terjang kepahlawanannya,” jelas Abdi.

    Baca Juga : Bupati Tabalong : Lanjutkan Gerakan LSM, Sepanjang Menyangkut Urusan Masyarakat

    Baca Juga : Demi Ilmu Kebal, Kakek di HST Tega Kuliti Sejumlah Jenazah

    Sedangkan Tim Ahli Cagar Budaya Banjarmasin, Mursalin mengatakan bahwa objek tersebut sudah pernah direkomendasikan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) dan pernah di teliti balai arkeologi, khususnya Goa Batu Babi.

    Namun menurutnya dua objek tersebut tidak menepikan objek yang lain, namun sebagai sampel dari contoh yang berbeda zaman.

    “Satunya masa purba, satunya masa modern,” tambahnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa Gusti Buasan merupakan situs cagar budaya provinsi, karena area perang Banjar tidak hanya di Kabupaten Tabalong, namun pernah terjadi di daerah lain seperti Hulu Barito, Tapin sampai Tanah Bumbu.

    “Efeknya luas, makanya boleh kita katakan berpotensi level provinsi,” katanya.

    Diketahui, kegiatan tersebut diikuti oleh 220 siswa SMP se-Kabupaten Tabalong. (Dilah)

    Editor: Abadi

  • Wakil Rakyat Kalsel Tanamkan Nilai-nilai Pancasila ke Mahasiswa Uniska

    Wakil Rakyat Kalsel Tanamkan Nilai-nilai Pancasila ke Mahasiswa Uniska

    BANJARMASIN, klikkalsel.com – Wakil rakyat Kalsel Hj Rachmah Norlias tanamkan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa Fakultas Hukum Uniska MAB.

    Saat sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wasbang bertajuk Aktualisasi Nilai-Nilai Kebangsaan Dalam Kehidupan Kampus yang diikuti mahasiswa Uniska, di Ruang Fakultas Hukum Uniska Banjarmasin, Selasa (12/7/2022).

    “Menanamkan pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan (Wasbang) sangat penting. Karena itu adalah modal dasar baik di lingkungan kampus maupun keluarga,” ujar Ketua Komisi I DPRD Kalsel itu.

    Baca Juga : Berbulan-bulan Dua Lift di Gedung Dewan Kalsel Tak Berfungsi, Ini Penyebabnya

    Baca Juga : Komisi II DPRD Banjarmasin Sepakat Tolak Kenaikan Tarif Leding PTAM Bandarmasih

    Dia juga mengajak mahasiswa untuk memahami kembali dan mengaplikasikan makna empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

    Sementara Dosen FH Uniska Banjarmasin Dr Nurul Listiyani menuturkan, dulu di sekolah ada mata pelajaran pendidikan moral Pancasila. “Bahkan dulu diwajibkan menghafal butir-butirnya, dimana dulu metode seperti itu tujuannya untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya. (azka)

    Editor : Akhmad

     

  • 96 SD di HST Kekurangan Siswa

    96 SD di HST Kekurangan Siswa

    BARABAI, klikkalsel.com – Sebanyak 96 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengalami kekurangan siswa.

    Dinas Pendidikan Kabupaten HST pun merespon fenomena itu dengan merencanakan regrouping sekolah-sekolah tersebut, dengan langkah awal menyasar daerah pusat kota.

    Namun tahun ajaran baru ini, wacana regrouping terhadap sekolah tersebut belum direalisasi. Sekolah-sekolah yang kekurangan siswa itu pun tetap buka pendaftaran.

    SDN Bukat salah satu sekolah yang kekurangan siswa yang berada di pusat Kota Barabai. Dan tetap menjalankan perekrutan siswa.

    Bahkan pihaknya turun lebih awal dibandingkan sekolah lainnya mempersiapkan tahun ajaran baru, serta menunggu apabila ada pendaftar yang ingin masuk sekolah tersebut.

    Plh Kepala Sekolah SDN Bukat Hj Laila Farida beralasan, sepi murid mendaftar lantaran isu sekolahnya itu diisukan ditutup beberapa tahun silam, sehingga kepercayaan masyarakat pun drastis menurun untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

    Dijelaskannya, pada 2018 lalu jumlah siswa di SDN Bukat sebanyak 87 siswa. Beberapa tahun berjalan, jumlah siswa secara bertahap menurun drastis hingga pada tahun ajaran 2021 lalu cuma 33 siswa.

    “Dari 33 siswa, lulus 11 orang. Jadi tinggal 22 siswa saat ini. Sebelumnya 33 siswa itu mendapat dana bos, untuk tahun ini belum tahu,” ungkapnya.

    Mengingat, sesuai Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mensyaratkan satuan pendidikan atau sekolah memiliki jumlah peserta didik paling sedikit 60 orang selama tiga tahun terakhir.

    Baca Juga : Tengok Isu Save Meratus, Tim Peneliti Kaji Ekonomi Hijau di HST

    Baca Juga : Pahit Manis Petani Karet Tabalong, Edy : Dalam Pohon Karet Ada Segalanya

    Sehingga jelang tahun ajaran 2022 ini, pihaknya tetap membuka pendaftaran selayaknya sekolah lainnya. “Baru 1 siswa yang rencananya akan mendaftar masuk dan 2 siswa pindahan dari sekolah lain akan bergabung,” katanya.

    Demi mencari siswa, pihak sekolah pun mengaku sudah berkeliling mensosialisasikan penerimaan siswa baru ke berbagai sekolah TK, Panti Asuhan, Kelurahan, terlebih ke Disdik HST. Namun, peminatnya masih tetap minim.

    “Sekolah ini berada di area perkantoran dan dikelilingi sekolah lain yang serupa, seperti MIN Bawan, SDIT Al-Khair, Istiqamah. Kami tetap bertahan dari sisa yang ada, apapun keputusan pemerintah selanjutnya akan diikuti,” katanya.

    Sebelumnya, Plt Kadisdik HST, M Anhar mengatakan, saat pembahasan wacana regrouping itu diberlakukan bagi sekolah yang kekurangan siswa.

    Sekolah-sekolah itu meliputi, SDN 2 Banua Budi, SDN 2 Pajukungan, SDN 3 Ayuang, SDN 3 Barabai Darat, SDN 3 Benawa Tengah, SDN 3 Mandingin, serta SDN Bukat sendiri.

    “Saat ini sedang berproses, kita sudah bentuk tim regrouping yang melibatkan bukan hanya Disdik, ada juga Sekda, BPKAD, dan lainnya yang semuanya dilibatkan secara komprehensif,” bebernya.

    Menurutnya Anhar, kendala tidak bisa melakukan percepatan regrouping adalah agenda utama Kemendikbud yang harus pihaknya adaptasi terlebih dahulu.

    “Kita hari ini kelimpungan dengan kegiatan Kemendikbud, merdeka belajar, kurikulum merdeka, mengaktifkan akun belajar.id. Pemilih kurikulum merdeka lumayan sekitar 200an,” sebutnya. (dayat)

    Editor : Akhmad