Kategori: PLN UIP3B Kalimantan

  • Peringati Hari Lahir Pancasila, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Kalimantan Barat Tetap Terjaga

    Peringati Hari Lahir Pancasila, PLN Pastikan Keandalan Listrik di Kalimantan Barat Tetap Terjaga

    PONTIANAK, klikkalsel.com – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat memastikan sistem kelistrikan di wilayah Kalimantan Barat tetap andal, aman, dan stabil.

    Upaya ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga kelancaran kegiatan nasional serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    Manager PLN UP2B Kalbar, Ahmad Edy Syukral, menyampaikan bahwa timnya telah menyiagakan seluruh infrastruktur dan personel untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, terutama pada titik-titik strategis seperti instansi pemerintahan, fasilitas umum, dan rumah ibadah.

    “Kami memastikan seluruh sistem pengaturan beban berjalan optimal. Koordinasi intensif terus dilakukan, termasuk dengan unit pembangkit dan transmisi, untuk memastikan keandalan pasokan listrik selama peringatan Hari Lahir Pancasila,” ujar Edy.

    Sebagai langkah konkret, PLN UP2B Kalbar juga melakukan penguatan infrastruktur komunikasi melalui peningkatan keandalan pada kabel Fiber Optic (FO) jalur Siantan – Tayan. Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kestabilan komunikasi data pada sistem SCADA serta memperkuat koordinasi pengaturan beban antar gardu induk di wilayah Kalimantan Barat.

    “Nilai-nilai Pancasila kami implementasikan dalam bentuk kerja nyata — memberikan layanan kelistrikan yang adil, merata, dan andal bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali,” tambah Edy.

    Baca Juga : Peringati Hari Buruh dengan Kerja Nyata, PLN Jaga Keandalan Listrik di Kalimantan Barat

    Baca Juga : PLN dan Dinas ESDM Kalteng Bahas Percepatan Proyek Ketenagalistrikan 2025–2028

    General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, mengapresiasi langkah sigap tim UP2B Kalbar dalam menjaga keandalan sistem selama momen penting nasional ini.

    “Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni, tapi momentum untuk memperkuat semangat pelayanan dan gotong royong. PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sistem tenaga listrik di Kalimantan,” ujar Riko.

    Ia menambahkan, kesiapsiagaan teknis dan ketepatan dalam pengambilan keputusan operasional menjadi kunci dalam mewujudkan sistem kelistrikan yang tangguh. Menurutnya, langkah yang diambil UP2B Kalbar selaras dengan semangat transformasi PLN dalam mendukung ketahanan energi nasional.

    Secara tidak langsung, Riko juga menekankan bahwa pelayanan kelistrikan yang andal merupakan perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kemajuan infrastruktur dan pelayanan publik yang setara.

    “Kami ingin memastikan bahwa di tengah momen-momen kebangsaan seperti ini, tidak ada gangguan yang menghambat aktivitas masyarakat. PLN terus berupaya memberikan yang terbaik bagi negeri ini,” pungkasnya.

    Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, PLN berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi mendukung Indonesia yang lebih terang, berdaya saing, dan berkeadilan.(adv/firdaus)

  • PLN Gandeng Politeknik Negeri Tanah Laut Tingkatkan Inovasi dan Kualitas SDM di Sektor Kelistrikan

    PLN Gandeng Politeknik Negeri Tanah Laut Tingkatkan Inovasi dan Kualitas SDM di Sektor Kelistrikan

    PELAIHARI, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru menjalin kerja sama strategis dengan Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) untuk memperkuat kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan tinggi dalam pengembangan inovasi bisnis kelistrikan.

    Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dilaksanakan secara resmi pada Selasa, 20 Mei 2025, di kampus Politala, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

    Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk mendukung program pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi melalui pendekatan link and match antara industri dan akademisi. Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, pelaksanaan proyek riil, Teaching Factory (TEFA), serta penyelenggaraan kelas industri.

    Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut, Dr. Mufrida Zein, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah penting untuk memastikan lulusan Politala memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

    “Melalui kemitraan ini, diharapkan terjadi sinkronisasi yang efektif antara kebutuhan industri dengan kurikulum pendidikan di Politala, sehingga lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar Mufrida.

    Ruang lingkup kerja sama juga mencakup pelibatan langsung praktisi industri sebagai dosen tamu dan pemberian fasilitas bagi mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di lingkungan kerja PLN. Hal ini bertujuan untuk memperkaya pengalaman mahasiswa melalui paparan langsung terhadap dinamika industri kelistrikan nasional.

    General Manager PLN Unit Induk Penyaluran dan Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh dan berdaya saing.

    “Kami percaya bahwa pendidikan vokasi yang kuat hanya bisa tercapai melalui sinergi yang erat antara industri dan kampus. Melalui kerja sama ini, PLN tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga membuka ruang inovasi dan pengembangan talenta lokal di sektor kelistrikan,” ujar Riko Ramadhano Budiawan.

    Lebih lanjut, Riko menjelaskan bahwa PLN berkomitmen untuk berperan aktif dalam pelatihan dan peningkatan kapasitas mahasiswa Politala melalui kegiatan pembelajaran berbasis proyek serta penyediaan tempat PKL di unit-unit operasional PLN di Kalimantan.

    “Kami melihat mahasiswa vokasi sebagai aset bangsa. Dengan mengenalkan mereka secara langsung pada tantangan dan solusi dunia kelistrikan, PLN berharap bisa mencetak calon-calon engineer muda yang mampu menjawab kebutuhan masa depan energi Indonesia,” tambahnya.

    Sementara itu, Manager UPT Banjarbaru, Akhmad Fauzan, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penyediaan instruktur dari kalangan profesional PLN.

    “Kami berkomitmen menyediakan tenaga ahli dan praktisi sebagai dosen tamu untuk mendukung proses pembelajaran di kampus. Ini adalah bentuk nyata sinergi kami dalam membina dan menyiapkan SDM yang unggul dan siap pakai,” ucap Fauzan.

    Dengan penandatanganan kerja sama ini, PLN dan Politala optimistis bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak positif yang luas, baik dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi maupun kontribusi nyata terhadap kemajuan industri di Kalimantan Selatan.(adv/firdaus)

  • Tingkatkan Bauran EBT hingga 2034, PLN Siap Jalankan RUPTL Terhijau Sepanjang Sejarah

    Tingkatkan Bauran EBT hingga 2034, PLN Siap Jalankan RUPTL Terhijau Sepanjang Sejarah

    JAKARTA, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) siap menjalankan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang resmi diluncurkan Pemerintah sebagai acuan strategis pembangunan sistem ketenagalistrikan nasional selama 10 tahun ke depan. Dalam dokumen strategis ini, total penambahan pembangkit listrik selama 1 dekade ke depan sebesar 69,5 gigawatt (GW) dengan porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) mencapai 76% sekaligus menjadikan RUPTL 2023-2024 yang paling hijau hingga saat ini.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyampaikan, RUPTL 2025-2034 merupakan rujukan penting ketenagalistrikan nasional yang akan menjadi landasan Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. Pengesahan RUPTL juga menunjukkan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan energi dan transisi energi di Tanah Air.

    “Kalau kita disiplin jalankan, maka 2034 itu sudah melampaui target RUKN (Rencana Umum
    Ketenagalistrikan Nasional) terhadap energi terbarukan. Yang penting kita konsisten,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers RUPTL 2025-2034 di Jakarta, Senin (26/5).

    Dalam RUPTL terbaru ini, lanjut Bahlil, Pemerintah menetapkan porsi bauran EBT dan sistem penyimpanan energi (storage) hingga 76% atau sebesar 52,9 GW dari total tambahan kapasitas pembangkit yang terdiri dari pembangkit tenaga surya sebesar 17,1 GW, tenaga air 11,7 GW, panas bumi 5,2 GW, bioenergi 0,9 GW, dan energi nuklir 0,5 GW. Pembangkit hijau tersebut juga ditopang oleh sistem penyimpanan energi sebesar 10,3 GW yang terdiri atas pumped storage dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebesar 6 GW dan battery energy storage system (BESS) 4,3 GW.

    Sementara porsi energi fosil hanya mencakup sekitar 24% dari total kapasitas tambahan yang terdiri atas pembangkit berbahan bakar gas sebesar 10,3 GW dan batubara sebesar 6,3 GW.

    ”Ini semua kita lakukan dengan memperhitungkan, mempertimbangkan tingkat pertumbuhan ekonomi kita. Jadi konsumsi listrik per kapita kita juga kita sudah hitung secara seksama,” ucap Bahlil.

    Baca Juga : PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

    Baca Juga : Peringati Hari Buruh dengan Kerja Nyata, PLN Jaga Keandalan Listrik di Kalimantan Barat

    Bahlil menjelaskan, pengembangan kapasitas pembangkit akan dilakukan dalam dua tahap. Pada lima tahun pertama, akan ada penambahan kapasitas sebesar 27,9 GW yang terdiri atas 12,2 GW EBT, yakni 3,2 GW Pembangkit Listrik Tenaga Air, 6 GW Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 1,6 GW Pembangkit Listrik Tenaga Angin, 0,9 GW Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, 0,5 GW Pembangkit Listrik Bioenergi, dan pembangunan sistem penyimpanan energi sebesar 3 GW. Selain itu, penambahan 9,2 GW Pembangkit Listrik Tenaga Gas, dan 3,5 GW Pembangkit Listrik Tenaga Uap rendah emisi dari proyek yang telah masuk tahap penyelesaian konstruksi juga dilakukan.

    “Lalu memasuki lima tahun berikutnya, dari total 41,6 GW rencana penambahan kapasitas pembangkit, bauran EBT dan penyimpanan energi akan menopang sebesar 37,7 GW atau sekitar 90% dari total kapasitas. Sementara sisanya sebesar 3,9 GW berasal dari pembangkit berbasis fosil,” jelas Bahlil.

    Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo juga menegaskan kesiapan PLN dalam melaksanakan implementasi RUPTL paling hijau sepanjang sejarah ini. Pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan yang efisien dan terjangkau dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam domestik.

    “Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor ketenagalistrikan, PLN siap melaksanakan arahan Pemerintah melalui Kementerian ESDM dalam menjalankan RUPTL 2025-2034. Melalui RUPTL terhijau ini, PLN berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Darmawan.

    Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyambut positif peluncuran RUPTL 2025–2034 yang disebut sebagai dokumen paling hijau sepanjang sejarah.

    “Target bauran EBT sebesar 76% dalam RUPTL kali ini merupakan langkah strategis yang selaras dengan komitmen PLN untuk menekan emisi karbon, RUPTL terbaru ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi energi bersih di Indonesia bukan lagi wacana, melainkan sudah masuk tahap eksekusi yang konkret dan terstruktur,” ujar Riko.(adv/firdaus)

  • Gubernur Bali Apresiasi Gerak Cepat PLN Atasi Gangguan Kelistrikan

    Gubernur Bali Apresiasi Gerak Cepat PLN Atasi Gangguan Kelistrikan

    DENPASAR, klikkalsel.com – Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi gerak cepat PT PLN (Persero) dalam mengatasi gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di Bali pada Jumat (2/5).

    Sejak awal terjadinya gangguan, dirinya menjelaskan bahwa PLN langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat virtual. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo juga terus melaporkan tiap perkembangan upaya pemulihan sistem kelistrikan sejak awal gangguan terjadi hingga berhasil teratasi.

    “Saya mengapresiasi langkah cepat, sigap dan responsif dari PLN selama melakukan perbaikan kelistrikan di Bali. Hampir tiap jam selama momen perbaikan kemarin, Dirut PLN terus melaporkan perkembangannya secara rinci,” jelas Koster.

    Menurut Koster, ratusan personel PLN telah berjuang keras di lapangan untuk menghadirkan kembali keandalan listrik di Bali.

    “Dalam waktu kurang dari 12 jam, PLN berhasil menghadirkan kembali terang bagi masyarakat Bali. Ratusan personel beserta Dirut turun langsung ke lapangan,” terang Koster.

    Baca Juga : PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

    Baca Juga : PLN dan Dinas ESDM Kalteng Bahas Percepatan Proyek Ketenagalistrikan 2025–2028

    Dirinya juga mengimbau agar PLN dapat terus menjaga keandalan listrik karena Bali sering menjadi tuan rumah agenda-agenda internasional, salah satunya yang terdekat ialah kompetisi panjat tebing internasional IFSC Climbing World Cup.

    “Saya telah berpesan kepada PLN untuk dapat terus jaga keandalan listrik di Bali karena kita sering jadi tuan rumah acara-acara internasional. Paling dekat ialah IFSC Climbing World Cup,” pesan Koster.

    Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi sekaligus berterima kasih kepada Gubernur dan segenap masyarakat Bali atas dukungan serta kesabarannya selama proses penormalan berlangsung.

    “Kami dari jajaran Direksi PLN yang hadir langsung memimpin proses pemulihan listrik di Bali menyampaikan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi kemarin. Kami juga berterimakasih atas dukungan Pak Gubernur dan segenap masyarakat Bali,” kata Darmawan.

    Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, turut mengapresiasi kerja keras serta koordinasi cepat yang dilakukan seluruh jajaran PLN dalam menanggulangi gangguan kelistrikan di Bali.

    “Peristiwa yang terjadi di Bali kemarin menjadi pengingat bahwa soliditas dan respons cepat dari seluruh unit sangat berperan penting dalam menentukan keberhasilan penanganan gangguan.” ujar Riko.(adv/firdaus)

  • PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

    PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Bali, Seluruh Pelanggan Kembali Menyala

    DENPASAR, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) dengan cepat memulihkan seluruh sistem kelistrikan di Bali yang sebelumnya mengalami gangguan pada Jumat (2/5) sekitar pukul 16.00 WITA. Kurang dari 12 jam atau pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, seluruh pelanggan PLN di Bali telah menikmati listrik secara normal kembali.

    Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo yang memimpin langsung pemulihan sistem di lokasi menjelaskan bahwa ratusan personel PLN langsung merespons dengan sigap seketika gangguan terjadi dan terus bersiaga pasca aliran listrik di Bali kembali pulih secara normal.

    “Hingga saat ini, personel kami di lapangan tetap bersiaga untuk terus menjaga dan memastikan pasokan listrik di Bali telah 100% pulih, termasuk pada tempat-tempat vital di sektor pelayanan umum seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat keramaian. Kami terus berupaya secara maksimal sekaligus mengevaluasi dan melakukan penguatan sistem kelistrikan agar seluruh pelanggan dapat terus menikmati listrik andal seperti biasanya,” jelas Darmawan.

    Baca Juga : Peringati Hari Buruh dengan Kerja Nyata, PLN Jaga Keandalan Listrik di Kalimantan Barat

    Baca Juga : PLN dan Dinas ESDM Kalteng Bahas Percepatan Proyek Ketenagalistrikan 2025–2028

    Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengapresiasi pengertian dari pelanggan.

    “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Dan kami juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian seluruh pelanggan kami,” kata Darmawan.

    Dirinya juga menambahkan bahwa indikasi sementara gangguan pada sistem penyaluran listrik.

    “Secara teknis, indikasi gangguan terpantau terjadi pada sistem penyaluran kabel laut, namun kepastian penyebabnya masih terus ditelusuri dan bukan akibat dari serangan siber atau yang lainnya,” tutup Darmawan.

    Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan turut mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memulihkan pasokan listrik di Bali secara menyeluruh kurang dari 12 jam sejak terjadinya gangguan.

    “Gerak cepat pemulihan gangguan di Bali menjadi inspirasi pejuang kelistrikan di Kalimantan untuk menjaga keandalan listrik”, ungkap Riko.(adv/firdaus)

  • Peringati Hari Buruh dengan Kerja Nyata, PLN Jaga Keandalan Listrik di Kalimantan Barat

    Peringati Hari Buruh dengan Kerja Nyata, PLN Jaga Keandalan Listrik di Kalimantan Barat

    PONTIANAK, klikkalsel.com – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Nasional, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalimantan Barat tetap menjalankan tugasnya menjaga keandalan sistem kelistrikan. Meskipun merupakan hari libur nasional, seluruh petugas operator dan dispatcher tetap siaga penuh di Ruang Pusat Pengatur Beban Kalbar.

    Pengamanan sistem kelistrikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pemantauan pasokan listrik di titik-titik strategis seperti pusat pemerintahan, rumah sakit, area publik, dan lokasi aksi damai. Koordinasi lintas unit dengan pembangkit, transmisi, dan distribusi juga dilakukan untuk memastikan kestabilan sistem.

    Manager UP2B Kalbar, Ahmad Edy Syukral, menyampaikan bahwa seluruh petugas yang bertugas melaksanakan tugasnya dengan semangat dan rasa tanggung jawab tinggi. “Semangat Hari Buruh menjadi pemacu kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Ini adalah bentuk kontribusi nyata kami bagi masyarakat,” ujarnya.

    Baca Juga Respons Kilat PLN: Gangguan Transmisi Diatasi dalam 19 Jam Meski Medan Ekstrem

    Baca Juga Telkom Dorong Akselerasi Digital PLN Nusa Daya Lewat Layanan Indibiz dan Solusi Bispro

    General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, memberikan apresiasi atas kerja keras PLN UP2B Kalbar yang tetap siaga pada Hari Buruh. Menurutnya, insan PLN juga merupakan bagian dari para pekerja yang setiap harinya mengabdi untuk negeri. “Hari Buruh bagi kami bukan sekadar hari libur, tapi momentum untuk menunjukkan dedikasi sebagai bagian dari pekerja yang mengabdi untuk negeri. Kami bangga bisa tetap hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Riko.

    Ia menambahkan bahwa seluruh langkah ini merupakan wujud nyata dari penerapan nilai-nilai AKHLAK BUMN, khususnya Loyal, Kompeten, dan Adaptif. “Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Kalimantan Barat tetap dapat menjalani aktivitas dengan nyamandan produktif karena pasokan listrik yang andal. Inilah bentuk pengabdian PLN kepada bangsa,” tutupnya.

    PLN terus menunjukkan komitmen dalam memastikan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan demi kenyamanan dan produktivitas masyarakat.(adv/firdaus)

  • PLN dan Dinas ESDM Kalteng Bahas Percepatan Proyek Ketenagalistrikan 2025–2028

    PLN dan Dinas ESDM Kalteng Bahas Percepatan Proyek Ketenagalistrikan 2025–2028

    PALANGKARAYA, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pengatur Beban Kalimantan (UIP3B Kalimantan) dan Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP Kalbagbar) melaksanakan audiensi strategis bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah. Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi dalam percepatan proyek-proyek ketenagalistrikan di Kalimantan Tengah untuk periode 2025–2028.

    Audiensi yang berlangsung di Kantor Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah ini dihadiri oleh General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, General Manager PLN UIP Kalbagbar, Johar Wijaya, serta para manajer dari unit pelaksana teknis terkait. Kedatangan tim PLN disambut oleh Sekretaris Dinas ESDM Kalimantan Tengah, Syarifuddin, mewakili Kepala Dinas ESDM Vent Christway.

    Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan roadmap penyelesaian proyek ketenagalistrikan di Kalimantan Tengah, yang mencakup pembangunan transmisi, gardu induk, dan pembangkit dengan target penyelesaian bertahap mulai 2025 hingga 2028.

    Baca Juga : Telkom Dorong Akselerasi Digital PLN Nusa Daya Lewat Layanan Indibiz dan Solusi Bispro

    Baca Juga : Srikandi PLN UP2B Kalselteng Peringati Hari Bumi dengan Aksi Peduli Lingkungan di Banjarbaru

    “Kami menyampaikan secara terbuka proyek-proyek strategis ketenagalistrikan yang akan dibangun dalam empat tahun ke depan. Koordinasi ini sangat penting untuk mempercepat proses perizinan dan pembebasan lahan, yang menjadi kunci kelancaran pembangunan infrastruktur kelistrikan,” ujar Riko Ramadhano Budiawan, GM UIP3B Kalimantan.

    Riko juga menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan PLN dalam menjangkau wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses listrik.
    “Kami yakin bahwa dengan dukungan dari Dinas ESDM dan stakeholder lainnya, roadmap yang kami siapkan bisa berjalan sesuai jadwal. Harapannya, keandalan pasokan listrik akan meningkat dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” ujarnya.

    Senada dengan hal tersebut, General Manager PLN UIP Kalbagbar, Johar Wijaya, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini merupakan upaya PLN untuk mendukung visi pemerintah dalam pemerataan energi hingga ke pelosok.

    Sementara itu, Sekretaris Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Tengah, Syarifuddin, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung rencana kerja PLN.
    “Kami menyambut baik rencana PLN dan siap memfasilitasi percepatan proyek, termasuk dalam hal koordinasi lintas instansi. Ini adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah,” tegasnya.

    Melalui audiensi ini, PLN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dalam menciptakan sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.(adv/firdaus)

  • Respons Kilat PLN: Gangguan Transmisi Diatasi dalam 19 Jam Meski Medan Ekstrem

    Respons Kilat PLN: Gangguan Transmisi Diatasi dalam 19 Jam Meski Medan Ekstrem

    PONTIANAK, klikkalsel.com – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pontianak berhasil menangani gangguan transmisi Line 1 Parit Baru – Senggiring dalam waktu 19 jam sejak laporan pertama diterima pada Selasa malam (29/4). Gangguan terjadi akibat isolator fasa T yang putus pada Tower 078, sehingga menyebabkan konduktor jatuh dan rantas.

    Tim teknik gabungan yang terdiri dari personel UPT Pontianak, HAR ULTG Pontianak, dan PDKB TT Khatulistiwa bergerak cepat menuju lokasi begitu menerima laporan dari Tim Dispatcher UP2B Kalimantan Barat pada pukul 21.06 WIB. Meskipun harus menempuh medan ekstrem yang melintasi hutan dan perbukitan, petugas berhasil mengidentifikasi titik gangguan pada pukul 23.51 WIB.

    Proses perbaikan dimulai pada pukul 05.00 WIB dini hari dan selesai pada pukul 21.54 WIB malam harinya, dengan mengganti isolator rusak serta memperbaiki konduktor yang jatuh. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) serta protokol Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, mengapresiasi kerja cepat seluruh tim gabungan yang bertugas di lapangan.
    “Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan kerja keras tim yang berjibaku di lapangan selama hampir 19 jam tanpa jeda, demi memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga. Respons cepat ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Riko.

    Riko menambahkan bahwa kondisi isolator yang mengalami korosi menjadi salah satu tantangan teknis dalam pemeliharaan jaringan transmisi di wilayah dengan kelembapan tinggi dan paparan polutan.

    Baca Juga : Telkom Dorong Akselerasi Digital PLN Nusa Daya Lewat Layanan Indibiz dan Solusi Bispro

    Baca Juga : 84 Jam di Tengah Hutan, Pejuang Kelistrikan PLN Amankan Transmisi Saat Idulfitri 1446 H

    “Insiden ini menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat program pemeliharaan preventif, khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki risiko tinggi akibat faktor lingkungan. Kami akan percepat inspeksi dan penggantian material di titik rawan lainnya,” tambahnya.

    Sementara itu, Manager PLN UPT Pontianak, Darul Irfan, menyampaikan bahwa kerusakan disebabkan oleh isolator yang mengalami degradasi material akibat korosi, yang dipicu oleh kondisi lingkungan sekitar lokasi tower.
    “Material isolator mengalami penurunan kualitas karena korosi jangka panjang, yang diperparah oleh keberadaan polutan dan kelembapan tinggi di sekitar area hutan dan pesisir,” terang Darul.

    Sebagai tindak lanjut, PLN akan melakukan pemeliharaan lanjutan di sepanjang jalur transmisi Parit Baru – Senggiring serta mempercepat penggantian komponen yang menunjukkan potensi kerusakan. PLN terus berkomitmen menjaga keandalan sistem transmisi dan memastikan pelayanan listrik kepada pelanggan berjalan dengan aman dan andal.(adv/firdaus)

  • Jelang Idul Adha, PLN Hadirkan Kepedulian bagi Perempuan Berdaya di Barabai

    Jelang Idul Adha, PLN Hadirkan Kepedulian bagi Perempuan Berdaya di Barabai

    BARABAI, klikkalsel.com – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar.
    Pada Sabtu, 10 Mei 2025, sejumlah janda kurang mampu di Barabai menerima bantuan sosial berupa paket sembako dan dana tunai dari keluarga besar PLN. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK), Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, serta Unit Layanan Transmisi (UPT) Banjarbaru dan Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Barabai.

    Kegiatan bertempat di Kantor PLN ULTG Barabai dan menjadi momen yang sarat haru dan makna. Para penerima tampak tersentuh oleh perhatian dan kasih sayang yang diberikan.
    “Kegiatan ini bukan hanya wujud tanggung jawab sosial, tetapi juga panggilan hati dari insan PLN untuk berbagi, terutama kepada para ibu tangguh yang tetap berjuang di tengah keterbatasan,” ujar Chitra Fauzan, Ketua PIKK UPT Banjarbaru.

    Hal senada disampaikan oleh M. Ikhwan, Ketua YBM PLN UPT Banjarbaru. Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah para pegawai PLN, dan disalurkan dengan penuh tanggung jawab melalui kolaborasi lintas organisasi internal PLN.
    “Kami memastikan bantuan ini tidak hanya sampai secara fisik, tapi juga menyentuh hati penerimanya. Ini bagian dari komitmen PLN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

    Baca Juga : PLN UPT Banjarbaru Gelar Aksi Bersih Tahura Sultan Adam Jelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Baca Juga : PLN UP2B Kalselteng Pastikan Keandalan Sistem Listrik Melalui Inspeksi Pembangkit dan Lima Gardu Induk Jelang Idul Adha 1446 H

    Salah satu penerima bantuan, Yati, menyampaikan rasa syukur dengan mata berkaca-kaca. Dalam bahasa Banjar, ia berkata, “Kami merasa PLN perhatian banar. Jarang ada nang membari bantuan kayaini. Mudahan buhan pian semuaan selalu diberi kesehatan, kelancaran rezeki, dan semoga PLN semakin maju. Amin.”

    General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, turut memberikan apresiasi terhadap gerakan sosial ini. Ia menyatakan bahwa semangat berbagi menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha harus menjadi budaya yang terus dirawat oleh insan PLN.
    “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari rekan-rekan di unit dan organisasi internal seperti PIKK dan YBM. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai keikhlasan dan kepedulian yang menjadi bagian dari budaya PLN,” ujar Riko.

    Ia juga menambahkan secara tidak langsung bahwa kegiatan sosial semacam ini tidak hanya mempererat hubungan PLN dengan masyarakat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberadaan PLN di tengah masyarakat harus membawa manfaat nyata.

    Dengan penuh kehangatan, kegiatan ini menjadi penegas bahwa PLN hadir tak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan siap berbagi, terlebih menjelang momen penuh makna seperti Idul Adha.(adv/Firdaus)

  • PLN Mendapat Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Layanan Publik Bali

    PLN Mendapat Apresiasi atas Respons Cepat Pulihkan Kelistrikan di Layanan Publik Bali

    BALI, klikkalsel.com – Direktur Utama PT PLN (Persero) mengunjungi langsung sejumlah fasilitas publik untuk memastikan operasional layanan tetap berjalan lancar pasca gangguan kelistrikan di Bali yang terjadi pada Jumat (2/5). Respons cepat PLN mendapat apresiasi dari berbagai pihak, khususnya penyelenggara layanan publik.

    Direktur Utama RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas respons cepat PLN dalam memulihkan pasokan listrik ke rumah sakit.

    “Komunikasinya sangat cepat. Begitu padam, staf kami langsung berkoordinasi dan tak lama kemudian listrik kembali menyala. Genset kami hanya sempat aktif sebentar saja, karena langsung di-cover oleh PLN. Kami sangat berterima kasih karena pelayanan rumah sakit bisa tetap berjalan tanpa gangguan,” ujar Wayan Sudana.

    Senada, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai Bali, Ahmad Syaugi Shahab, juga memberikan apresiasi atas gerak cepat PLN dalam menjaga kestabilan layanan di tengah gangguan sistem kelistrikan yang terjadi.

    “Proses dari pada padamnya listrik di bandara alhamdulillah tidak berdampak signifikan langsung karena penumpang bisa terlayani di bandara dengan baik,” katanya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo yang memimpin langsung proses pemulihan menyampaikan permohonan maaf kepada 1,8 juta pelanggan termasuk stakeholder atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan kelistrikan.

    “Kami mengucapkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan kami karena adanya gangguan dan ketidaknyamanan,” ucap Darmawan.

    Darmawan menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan di Bali bermula pada Jumat (2/5) pukul 16.00 WITA ketika saluran kabel bawah laut yang menghubungkan Jawa dan Bali mengalami gangguan. Akibatnya, tegangan di sistem Bali turun menjadi nol volt yang menyebabkan sejumlah pembangkit di Bali seperti PLTDG Pesanggaran, PLTGU Pemaron, PLTU Celukan Bawang, dan PLTG Gilimanuk keluar dari sistem kelistrikan Bali.

    Baca Juga PLN Siap Listriki 780 Ribu Rumah Tangga Lewat Program Lisdes 2025–2029 di RUPTL Baru

    Baca Juga Peringati Hari Lahir Pancasila, PLN Tingkatkan Keandalan Sistem Proteksi Petir di GI Cempaka

    Ratusan personel PLN diterjunkan untuk melakukan pemulihan sistem dan dalam waktu sekitar 30 menit, suplai listrik kembali masuk ke sistem secara bertahap.

    “Langkah-langkah pemulihan kami lakukan secara bertahap, dan pukul 21.00 WITA, 60 persen sistem sudah pulih. Lalu pukul 24.00, sudah 80 persen tersambung kembali,” ujarnya.

    Darmawan menambahkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memerlukan waktu lebih lama untuk kembali sinkron dengan sistem. Namun pada Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, sistem kelistrikan Bali akhirnya pulih 100 persen.

    “Kurang dari 12 jam sejak gangguan terjadi, alhamdulillah sistem sudah kembali normal sepenuhnya,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa selama proses gangguan, PLN memastikan objek vital tetap berfungsi dengan baik. Bandara Ngurah Rai dan rumah sakit besar di Bali seperti RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, RS Bali Mandara, Bali International Medical Center, RS Siloam hingga RS Surya Husadha tetap beroperasi tanpa hambatan signifikan.

    “Bandara Ngurah Rai sempat mengalami kedip sebelum sistem backup bisa mengambil alih dan pasokan listrik tetap berjalan dengan lancar. Begitu pula dengan rumah sakit tetap bisa beroperasi dengan pasokan yang tidak terganggu,” kata Darmawan.

    Terpisah, General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat dan terkoordinasi yang dilakukan oleh PLN dalam mengamankan pasokan listrik di fasilitas-fasilitas vital di Bali pasca gangguan.

    “Ini adalah wujud nyata komitmen PLN dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun,” ungkap Riko.(adv/firdaus)