Kabel Listrik Putus Diduga Ditabrak Kapal LCT di Sungai Alalak, Warga Takut Tiang Listriknya Miring

Kondisi tiang listrik di Alalak tengah penghubung ke pulau Alalak Berangas miring pasca kabelnya yang membentang di sungai Alalak tertarik kapal

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kabel listrik yang membentang diatas sungai Alalak dari kawasan Jalan Alalak Tengah menuju Pulau Alalak Berangas, Kabupaten Barito Kuala (Batola), putus diduga setelah tersangkut kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) yang melintas di Sungai Alalak, Jumat (14/8/2026).

Insiden tersebut menyebabkan salah satu tiang listrik di kawasan Alalak Tengah, RT 15, miring. Serta akses jalan di sekitar lokasi juga sempat ditutup sementara karena kondisi kabel dan tiang yang membahayakan warga.

Sejumlah rumah warga di sekitar lokasi turut mengalami pemadaman listrik akibat insiden tersebut.

Ashari warga setempat mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 Wita. Menurutnya, kapal LCT yang melintas diduga menyangkut kabel sehingga menarik tiang listrik hingga miring.

“Ditabrak kapal, kapal LCT namanya yang kayaknya bawa mintak,” ujar Ashari.

Ia menuturkan, warga sempat meneriaki kapal agar tidak melintas karena kondisi Sungai Alalak sedang pasang. Namun, kapal tersebut tetap melaju hingga kabel yang membentang menuju Alalak Berangas putus.

“Itu sudah dilarang jangan melintas, malah terus melintas akhirnya jadi putus tertabrak dan Kondisi sungai lagi pasang,” jelasnya.

Baca Juga : PLN Libatkan Pelajar Cegah Gangguan Listrik melalui Kampanye Aksi Anak Hebat Jelang HUT ke-81 RI

Baca Juga : Tinjau PLTU Asam-Asam, Gubernur Muhidin Jamin Listrik Stabil Mulai Rabu Malam

Warga lainnya, Mama Ayu, mengaku panik saat kejadian. Selain terdengar suara keras akibat tertariknya kabel, warga juga sempat melihat percikan api dari tiang listrik.

“Ada percikan apinya tadi,” ujarnya.

Menurut Mama Ayu, kejadian serupa disebut sudah beberapa kali terjadi dan membuat warga sekitar khawatir. Bahkan, dalam sehari, kejadian serupa disebut sudah terjadi dua kali.

“Ini sudah berapa kali, hari ini aja sudah dua kali,” katanya.

Ia menyebut, biasanya kapal yang melintas di kawasan tersebut mendapatkan pengawalan. Namun, menurut pengakuannya, kapal yang diduga menabrak kabel kali ini tidak terlihat mendapatkan pengawalan dari petugas Polairud.

Mengenai Tinah listrik yang miring, warga berharap tiang listrik tersebut segera ditangani dan dilepas karena meski kabel tersebut disebut sudah tidak aktif, keberadaannya tetap dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kami sebagai warga berharap tiang tersebut bisa dilepaskan, apalagi katanya sudah tidak berfungsi. Meski tidak berfungsi, tapi ini membahayakan warga,” imbuhnya.

Tak lama setelah kejadian, petugas PLN langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.

Dirman dari bagian K3 PLN UP3 Lambung Mangkurat mengatakan, untuk sementara kabel yang membentang dari Alalak Tengah menuju Alalak Berangas, Kabupaten Batola, telah dipotong.

“Dan secara bertahap nanti tiang ini akan dilepas,” ungkapnya.

Dirman menjelaskan, tiang yang terdampak tersebut sudah lama tidak digunakan atau tidak aktif. Namun, sejumlah rumah warga masih mengalami pemadaman karena tiang tersebut terdampak jaringan listrik yang masih berfungsi di sekitarnya.

“Hanya beberapa rumah saja yang masih padam, yang lainnya sudah dimanuver,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi