BALANGAN, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Balangan menggelar Apel Gelar Pasukan dan Sarana Prasarana (Sarpras) Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Lapangan Tugu Maritam, Kabupaten Balangan, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini difokuskan untuk memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan dini guna menghadapi potensi bencana karhutla selama musim kemarau.
Apel dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi terkait, TNI-Polri, BPBD, serta relawan penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh unsur gabungan dan relawan atas dedikasi serta kesiapsiagaan yang ditunjukkan dan menekankan bahwa Kabupaten Balangan memiliki tingkat kerawanan karhutla yang cukup tinggi setiap tahunnya, sehingga kewaspadaan harus dijadikan bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Kita menganut paradigma baru dalam penanganan bencana, yaitu memperkuat pencegahan serta mengurangi risiko atau mitigasi. Pencegahan itu lebih utama dan jauh lebih murah biayanya dari pada penanggulangan saat api sudah membesar,” tegasnya.
Baca Juga : Pemkab Balangan Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Santri Pondok Pesantren
Baca Juga : 61 Peserta Ikuti Technical Meeting Pemilihan Nanang Galuh Balangan 2026
Wakil Bupati Balangan juga menyampaikan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan. Mengingat sebagian besar kejadian karhutla dipicu oleh aktivitas manusia, kampanye pencegahan melalui media sosial dan media massa akan terus digencarkan untuk membangun kepedulian bersama.
“Edukasi ini sangat penting, lakukan kampanye atau sosialisasi secara terus-menerus. Sebar luaskan informasi dan dorong kesadaran masyarakat melalui media sosial maupun media-media lain yang mampu menjangkau masyarakat, ajak dan upayakan agar masyarakat juga peduli terhadap situasi ini,” ujarnya.
Di akhir rangkaian apel, juga dilakukan simulasi pemadaman api oleh tim BPBD bersama para relawan. Simulasi ini dilakukan guna menguji kesiapan armada, keandalan sarana dan prasarana, serta melatih ketangkasan para personel dalam merespons potensi kebakaran secara cepat dan terkoordinasi di lapangan.
rfk/klik






