Dua Bersaudara Positif Covid-19, Tak Miliki Riwayat Perjalanan ke Luar Daerah

Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman. (foto : arif/klikkalsel)
TANJUNG, klikkalsel.com – Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr Taufiqurrahman mengungkapkan, dua bersaudara yang dinyatakan positif virus corona pada, Rabu (3/6/2020) kemarin, tidak ada memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah.
Namun belakangan diketahui, sang kakak merupakan warga Kabupaten Kotabaru dan berprofesi sebagai seorang guru.
Sang kakak datang ke Tabalong sejak tiga bulan yang lalu untuk menemui adiknya dan sejak saat itu tidak pernah ke mana-mana lagi.
Baca juga : Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Sultan Suriansyah Penuh
“Pasien ini tiga bulan sudah tidak ke mana-mana di Tabalong saja, dia seorang guru di Kotabaru, yang adik KTP Tabalong, dia mahasiswa dia juga gak ke mana-mana di Tabalong aja,” kata Taufiq saat ditemui awak media di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, Kamis (4/6/2020).
Taufiq menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui dimana kedua bersaudara tersebut terpapar virus corona. Sebab menurutnya, perlu waktu yang cukup panjang untuk mengetahui hal tersebut.
“Pasien masih kami suruh mengingat-ingat, jangan-jangan dia mungkin lupa, karena yang tau semua yang bersangkutan. Jadi kalau masalah dia terjangkit darimana masih kita cari tau,” tutur Taufiq.
Sementara itu, dari hasil tracking terhadap orang-orang disekitar kedua bersaudara tersebut, Taufiq menyebutkan, ada empat orang yang pernah kontak langsung.
Empat orang tersebut yakni, tiga anak dan suami dari sang kakak. Ketiga anaknya sudah menjalani rapid test dan hasilnya non reaktif. Sementara suaminya dinyatakan reaktif dan sudah menjalani swab test.
“Yang suami reaktif, sudah kita swab. Tinggal kita menunggu hasil swabnya, dia diisolasi mandiri dirumahnya,” jelas Taufiq.
Dikabarkan sebelumnya, terjadi dua penambahan kasus positif virus corona pada, Rabu (3/6/2020) kemarin. Yang mana pasien merupakan dua bersaudara, laki-laki berusia 23 tahun dan perempuan berusia 40 tahun.
Keduanya bertempat tinggal di Komplek Sukamaju, Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak dan saat ini tengah dirawat di Pusat Isolasi RS Tanjung lama.(arif)
Editor : Amran