Bedah Rumah Dipangkas di 2027, Dewan Minta Evaluasi

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifah
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifah

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti penurunan drastis alokasi program bedah rumah dalam rancangan APBD 2027. Dari sebelumnya sekitar 170 unit, kini hanya dianggarkan sekitar 56 unit.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha, enin (27/7/2026), usai rapat dengar pendapat dengan Dinas sosial dalam rencana kegiatan di 2027.

Meski nilai bantuan per unit dinaikkan dari Rp25 juta menjadi Rp35 juta, menilai pengurangan jumlah penerima perlu mendapat penjelasan dari pemerintah.

Menurut Jihan, DPRD ingin memastikan kenaikan anggaran tersebut benar-benar berdampak terhadap kualitas rumah yang diterima masyarakat.

Selain itu, Komisi IV juga meminta, penjelasan mengenai mekanisme penggunaan anggaran, termasuk apakah nilai Rp35 juta tersebut sudah mencakup biaya pengawasan atau masih memerlukan alokasi tambahan.

Jihan mengingatkan, agar kenaikan anggaran tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar menghasilkan rumah yang layak huni bagi masyarakat.

Baca Juga : PLN Pastikan Keandalan Pasokan Listrik di Sistem Khatulistiwa Jelang HUT ke-81 RI

Baca Juga : Rumah Gubernur Kalsel Ikut Padam, Muhidin Ajak Warga Kalsel Hemat Listrik 40 Persen

Tak hanya bedah rumah, Komisi IV juga menyoroti program padat karya yang dipaparkan Dinas Sosial. Pada 2027, program itu direncanakan berlangsung sekitar 130 hari dengan sasaran sekitar 100 penerima manfaat.

Menurutnya, jumlah tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih, Dinas Tenaga Kerja juga memiliki program serupa sehingga diperlukan sinkronisasi agar tidak terjadi tumpang tindih.

Komisi IV berharap, kedua perangkat daerah segera menyelaraskan program sehingga anggaran 2027 lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Kami belum bisa menyampaikan angka pasti karena masih menunggu konfirmasi. Namun kalau sasaran yang membutuhkan mencapai puluhan ribu orang, tentu 100 penerima manfaat masih sangat minim,” kata Jihan.(azka)

Editor : Akhmad