Banjarmasin Akan Membuat Embung Daya Tampung Cadangan 1,1 Juta Kubik Air

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin saat bertemu dengan Gubernur Kalsel, Muhidin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin saat ini sedang menyiapkan rencana pembangunan embung di kawasan Pematang Panjang, Kabupaten Banjar, sebagai cadangan air baku jangka panjang.

Rencana pembuatan embung tersebut mendapat dukungan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin yang membuka ruang kolaborasi antara Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin, Balai Wilayah Sungai, dan Pemerintah Pusat.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan bahwa pembahasan bersama Gubernur Kalsel menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan air baku di Kota Banjarmasin, terutama menghadapi penurunan debit sungai dan risiko intrusi air laut saat musim kemarau.

“Pak Gubernur sangat merespons baik untuk kita memiliki embung atau cadangan air di Kota Banjarmasin,” ucap Yamin.

Pembangunan embung tersebut direncanakan berada di kawasan Pematang Panjang, Kabupaten Banjar dengan lahan sekitar 150 hektare yang telah dimiliki dan disiapkan untuk mendukung penyediaan air baku.

Lahan seluas 30 hektare itu nantinya akan diproyeksikan menjadi area embung dengan kapasitas tampung sekitar 1,1 juta meter kubik air.

Estimasi awal pembangunan embung mencapai Rp98 miliar. Nilai tersebut masih akan dimatangkan melalui kajian teknis dan pembahasan skema pembiayaan.

Baca Juga : Merasa Diserang hingga Ranah Keluarga, Pelapor Babe Aldo Buka Suara Tegaskan Hanya Mencari Keadilan

Baca Juga : Krisis Air Bersih, Ketua Komisi 2 DPRD Banjarmasin: PT AM dan Walikota Harus Berinovasi, Jangan Andalkan Alasan Klalsik

Yamin juga mengatakan bahwa selain pembuatan embung, Pemko Banjarmasin juga membahas pembangunan jaringan perpipaan untuk mengalirkan air baku menuju sistem pengolahan di Banjarmasin.

Salah satu skenario berupa pipa sepanjang sekitar 8,7 kilometer dengan diameter 800 milimeter dari IPA 2 Pramuka menuju intake Pematang Panjang, dengan estimasi investasi sekitar Rp136 miliar.

“Skenario lainnya menggunakan pipa berdiameter 1.200 milimeter dari kawasan Gubernur Subarjo menuju IPA 2 dengan estimasi investasi sekitar Rp200 miliar,” terangnya.

“Tapi seluruh angka itu masih merupakan bagian dari pembahasan awal dan belum menjadi nilai proyek final,” lanjutnya.

Yamin pun sangat mengapresiasi perhatian dan dukungan Gubernur Kalsel terhadap kebutuhan air baku Banjarmasin.

Menurutnya, dukungan Pemprov Kalsel menjadi penting karena pembangunan infrastruktur air baku membutuhkan investasi besar dan tidak dapat ditangani Pemko Banjarmasin sendiri.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur memberikan perhatian. Air baku ini memang harus kita pikirkan untuk jangka panjang,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan penyediaan cadangan air baku menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih, terutama ketika debit sungai menurun dan kadar garam meningkat akibat intrusi air laut.

“Penguatan infrastruktur air baku diperlukan agar pelayanan air bersih tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi sumber air sungai saat kemarau,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran