Alat Pemantau Udara Banjarmasin Error, Kabut Asap Mulai Ganggu Warga

Kondisi udara di Kota Banjarmasin yang sedikit berkabut saat siang hari dan mengganggu pengguna jalan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Banjarmasin. Kondisi ini membuat jarak pandang menurun dan mulai mengganggu kenyamanan warga dalam beraktivitas.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin justru menghadapi kendala dalam memantau kualitas udara secara langsung.

Alat pemantau kualitas udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berada di Banjarmasin saat ini mengalami gangguan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Jefrie Fransyah, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperbaiki sistem alat pemantau tersebut.

“Alat pemantau kita masih error, kira lagi meminta perbaikan sistem ke kementerian,” ucapnya, kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, perangkat pemantau kualitas udara tersebut bukan milik Pemerintah Kota Banjarmasin, melainkan berada di bawah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Itu alatnya milik kementerian LH,” sambungnya.

Baca Juga : Kualitas Udara Menurun Dampak Kabut Asap, Polsek Banteng Bagikan Ratusan Masker ke Pengguna Jalan

Baca Juga : Jarak Pandang Menurun Akibat Asap Tebal, Sat Polairud Polresta Banjarmasin Minta Motoris Kelotok Waspada Hingga Kurangi Kecepatan

Kondisi tersebut membuat DLH Banjarmasin belum dapat memastikan secara presisi tingkat pencemaran udara akibat kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat.

Pasalnya, pengukuran kualitas udara sangat bergantung pada sensor yang terdapat pada perangkat tersebut.

“Untuk pengukur kualitas udara ini sepenuhnya menggunakan alat. Jadi kalau alatnya rusak kita tidak bisa mengukur,” jelasnya.

Meski begitu, DLH Banjarmasin tetap melakukan pemantauan dengan melihat indikator kualitas udara dari sejumlah daerah kabupaten/kota di sekitar Banjarmasin.

“Kita sambil melihat indikator dari Kabupaten/Kota tetangga. Intinya sensor tidak presisi, sehingga hasil pengukurannya jadi telat,” terangnya.

Sembari menunggu perbaikan alat pemantau, DLH Banjarmasin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara, khususnya ketika kabut asap semakin pekat.

“Mungkin upaya yang bisa kami lakukan yakni imbauan saja terlebih dahulu,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran