BANJARMASIN, klikkalsel.com – Di tengah persiapan pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang diperkirakan mundur hingga awal 2027, PT Virgo Karya Shipping terus berupaya mencari dan mengevakuasi jenazah yang kemungkinan masih tertinggal di dalam kapal.
Dari total 243 jumlah penumpang kapal, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 82 orang meninggal dunia, dan 53 orang masih dicari tim SAR.
Pencarian korban saat ini dilakukan melalui tahapan SAR salvage dengan menyisir bagian kapal, mulai dari geladak hingga kamar mesin. Namun, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama tumpahan oli dan bahan kimia, arus bawah laut yang kuat, serta cuaca yang tidak menentu.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Fransiscus Rihi, mengatakan tahapan awal ini dilakukan untuk memastikan jenazah yang masih berada di dalam bangkai kapal dapat ditemukan sebelum proses pengangkatan dilakukan.
Menurutnya, langkah tersebut juga untuk mengantisipasi risiko jenazah rusak atau terdampak ketika proses pengangkatan bangkai kapal berlangsung.
“Kami mengkhawatirkan bila terjadi kegiatan salvage ada hal-hal yang tidak kami inginkan, itu bisa merusak jenazah. Jadi, sedapat mungkin kami memastikan pada saat salvage dilakukan nanti sudah tidak ada lagi jenazah yang tertinggal,” ujar Simson usai audiensi dengan keluarga korban KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (20/10/2026) sore.
Simson menjelaskan, upaya penyelaman telah dipersiapkan dan dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Proses tersebut dijalankan berdasarkan koordinasi dengan pihak asuransi serta di bawah arahan Basarnas untuk memastikan keselamatan tim penyelam.
Sebelum pencarian jenazah dilakukan secara menyeluruh, tim terlebih dahulu menangani tumpahan oli dan minyak serta menetralkan bahan kimia di dalam badan kapal.
Baca Juga : Belum Ada Kepastian, Keluarga Korban KM Virgo Kembali Desak Pengangkatan Kapal
Baca Juga : Baru 6 Dibantu Pusat, Muhidin Kembali Ajukan Bantuan Karhutla
Pembersihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari bagian lambung kapal yang berada di posisi terbalik. Setiap bagian atau palka dibersihkan agar sisa minyak dan bahan kimia tidak mengganggu jarak pandang penyelam.
“Yang paling esensial supaya pandangan para penyelam jelas saat melakukan pencarian. Saat ini yang sudah kami lakukan baru di bagian lambung atas dulu,” katanya.
Setelah pembersihan selesai dan kondisi bawah air dinilai memungkinkan, tim akan melanjutkan pencarian ke bagian kapal lainnya, termasuk area kamar mesin.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan proses evakuasi korban berjalan maksimal sebelum bangkai kapal diangkat.
Meski proses pencarian terus berjalan, kondisi bawah laut menjadi tantangan tersendiri. Simson menyebut, dalam salah satu operasi sebelumnya, tim hanya dapat melakukan penyelaman selama sekitar dua setengah jam karena perubahan cuaca, gelombang yang meningkat, dan arus bawah laut yang semakin kuat.
Menurutnya, arus menjadi salah satu risiko utama bagi keselamatan penyelam. Karena itu, tim tidak diperbolehkan melakukan free diving dan diwajibkan menggunakan tali pegangan selama berada di bawah air.
“Yang kami khawatirkan bukan gelombang, tetapi arus. Kami melakukan penyelaman dengan menggunakan tali pegangan, bukan free diving. Kalau free diving, penyelam bisa tertarik arus,” tandasnya.
PT Virgo Karya Shipping juga meminta pendampingan dan arahan Basarnas agar penyelaman dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan. Simson menegaskan, seluruh tahapan awal tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak asuransi dan menjadi bagian dari persiapan menuju proses salvage.
Sementara itu, pengangkatan bangkai KM Virgo Transport 8 yang semula ditargetkan berlangsung pada Oktober diperkirakan bergeser hingga awal 2027. Sembari menunggu proses tersebut, perusahaan berupaya melanjutkan pencarian agar jenazah yang masih berada di dalam kapal dapat dievakuasi terlebih dahulu. (rizqan)
Editor: Abadi







