Sosial  

Kemarau Panjang Berdampak Sulitnya Air Bersih Warga, Hasnuryadi dan NSC Turun Tangan

Baca Juga : Polda Kalsel Proses Hukum 23 Laporan Karhutla, 12 di antaranya Berkaitan dengan Korporasi Baca Juga : Gegara Tak Kebagian Uang Menang Judi Slot, Tiga Pria di Banjarmasin Keroyok Teman hingga Tewas

BANJAR, klikkalsel.com – Musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengalami krisis air bersih mengundang kepedulian Nur Sulaiman Community (NSC).

Melalui program NSC Peduli, komunitas tersebut turun langsung membantu masyarakat dengan membagikan air mineral dalam kemasan (AMDK) galon kepada warga terdampak kekeringan.

Kali ini, bantuan menyasar 450 kepala keluarga (KK) di Desa Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembina NSC yang juga Wakil Gubernur Kalsel, H Hasnuryadi Sulaiman, bersama istrinya drg Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi Sulaiman selaku Penasihat NSC.

Hasnuryadi mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen NSC untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi kesulitan.

“Hari ini kita tahu, masyarakat lagi kesulitan air bersih, oleh karena itu kami memberikan bantuan,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Simpang Empat menjadi lokasi ketiga penyaluran bantuan air minum dalam program NSC Peduli.

Sebelumnya, bantuan serupa telah disalurkan kepada 450 KK di Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, serta 450 KK di Desa Sungai Lumbah, Kabupaten Barito Kuala.

Dengan demikian, total sebanyak 1.350 KK di tiga kabupaten/kota telah menjadi sasaran bantuan NSC Peduli.

“Mudah-mudahan bermanfaat,” tutur Hasnuryadi.

Namun, kehadiran Hasnuryadi bersama rombongan NSC bukan sekadar menyerahkan bantuan.

Ia juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat.

“Ingin mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat. Seperti tadi ada pembakal hadir menyampaikan aspirasinya kepada Ibu Diana sebagai Ketua NSC, dan mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi mereka bisa kita perjuangkan bersama,” tuturnya.

Baca Juga : Polda Kalsel Proses Hukum 23 Laporan Karhutla, 12 di antaranya Berkaitan dengan Korporasi

Baca Juga : Timnas Indonesia Cetak Sejarah di Piala FIFA ASEAN Cup 2026, Hasnuryadi: Gelar Ini Kebanggaan Seluruh Rakyat

Sementara itu, Pembakal atau Kepala Desa Simpang Empat, Mulyadi, mengaku terkejut sekaligus bersyukur desanya mendapat perhatian dari NSC.

Terlebih, bantuan tersebut datang pada waktu yang tepat, ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

“Tadinya asing, apa itu NSC. Tapi setelah mendengarkan penyampaian dari beberapa perwakilan NSC tadi baru saya memahami ternyata ini lebih mendalam untuk warga kami,” ungkapnya.

Menurut Mulyadi, bantuan air minum tersebut menjadi bukti nyata kepedulian NSC terhadap masyarakat yang membutuhkan

Ia juga mengaku bangga karena warga desanya berkesempatan bertemu langsung dengan Wakil Gubernur Kalsel.

Selama ini, sebagian masyarakat hanya mengenal sosok Hasnuryadi melalui nama maupun pemberitaan, tanpa pernah bertatap muka secara langsung.

Karena itu, kedatangan Hasnuryadi bersama rombongan NSC disambut antusias masyarakat yang berdatangan ke lokasi kegiatan.

Mulyadi berharap kepedulian tersebut tidak berhenti pada kegiatan kali ini, tetapi dapat terus berlanjut untuk membantu masyarakat kecil.

“Harapan kami, bantuan ini bisa terus berkesinambungan untuk masyarakat kecil seperti kami,” harapnya.

Diketahui, Berawal dari Gagasan drg Ellyana Trisya Program NSC Peduli berbagi AMDK galon sendiri merupakan gagasan Penasihat NSC, drg Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi Sulaiman.

Gagasan tersebut kemudian mendapat dukungan sejumlah mitra yang memiliki kepedulian serupa terhadap masyarakat terdampak kekeringan.

Di antaranya PT Bandangan Tirta Agung selaku produsen AMDK merek Galuh, BSI Regional IX melalui program BSI Maslahat, serta UPZ Bakti Bersama Hasnur Group yang membantu berbagai kebutuhan teknis kegiatan.

Berbeda dengan bantuan air bersih yang umumnya digunakan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), NSC memilih menyalurkan air mineral siap konsumsi.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di tengah terbatasnya pasokan air bersih.(restu)

Editor: Amran