Puskesmas Mabuun Jalani Verifikasi Lapangan ILP Tingkat Provinsi

TANJUNG, klikkalsel.com – Tim Penilai Verifikasi Lapangan Integrasi Layanan Primer (ILP) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan penilaian di Puskesmas Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Rabu (7/10/2026).

Tim yang dipimpin Rahmadi tersebut disambut langsung Bupati Tabalong H. M. Noor Rifani, Kepala Dinas Kesehatan Tabalong H. Ahmad Baihaki, Camat Murung Pudak H. Rony Saputra, Kepala Puskesmas Mabuun Hj. Tenry Ariny serta jajaran terkait.

Kepala Puskesmas Mabuun, Hj. Tenry Ariny menjelaskan, penerapan ILP bertujuan memperkuat akses pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa dan RT.

Menurutnya, pelayanan tidak hanya dilakukan di puskesmas, tetapi juga melalui Unit Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD) dan Posyandu yang menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.

“Selain di puskesmas, kami juga memberikan layanan melalui UPKD dan Posyandu. Penguatan pelayanan kesehatan sekarang menjangkau sampai desa-desa yang jauh,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan program Home Care yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong.

“Pada dasarnya kami sudah menerapkan ILP melalui program Home Care atau kunjungan rumah yang saat ini berjalan,” katanya.

Di wilayah kerja Puskesmas Mabuun terdapat 17 Posyandu. Dari jumlah tersebut, empat Posyandu dan tiga UPKD telah menerapkan layanan berbasis siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, Balita hingga Lansia.

Terkait proses penilaian, Tenry menyebut pihaknya telah siap karena pelaksanaan program sudah berjalan sejak 2025 lalu.

“Persiapannya lebih banyak pada kelengkapan dokumen, karena kegiatan ini sebenarnya sudah kami jalankan sejak awal tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Tabalong H. Fani mengatakan, pelaksanaan ILP memiliki tujuan yang sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program Tabalong Pasti Sehat.

“Kami memiliki program Home Care yang secara nyata mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Berkat kebersamaan, ketulusan dan pengabdian semua pihak, program ini akan terus kami lanjutkan selama masa kepemimpinan kami,” tegasnya.

Baca Juga : Pengangkatan Bangkai KM Virgo Terhambat Proses Hukum, Dokumen Penting Masih di Tangan Penyidik

Baca Juga : Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Pesisir Pantai Seruyan, Kondisi Jenazah Sebagian Sudah Jadi Tengkorak

Ia menyampaikan, pada 2025 layanan Home Care telah menjangkau hampir seluruh sasaran yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah, seperti lansia, penyandang disabilitas, penderita stroke, ibu hamil, ibu menyusui hingga Balita.

Menurutnya, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena petugas kesehatan hadir langsung ke rumah-rumah warga, termasuk di lokasi yang sulit dijangkau.

“Banyak masyarakat yang terharu karena mendapatkan pelayanan langsung dari tenaga kesehatan. Bahkan ada yang tinggal di daerah yang cukup sulit diakses, namun tetap kami layani,” bebernya.

Ia juga menilai, kualitas pelayanan kesehatan harus terus dijaga. Sebagai puskesmas yang berada di kawasan perkotaan, Puskesmas Mabuun dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Layanan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kami sebagai pelayan publik, sehingga pemantauan dan evaluasi terus dilakukan,” pungkasnya.

Di sisi lain, Ketua Tim Penilai ILP Provinsi Kalsel, Rahmadi, mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemkab Tabalong terhadap kedatangan tim penilai.

“Kami merasa tersanjung karena disambut langsung oleh Bupati Tabalong. Dukungan seperti ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Rahmadi menjelaskan, penilaian ILP mencakup empat bidang dan sebelumnya tim telah melakukan kunjungan ke dua lokasi di wilayah kerja Puskesmas Mabuun.

Ia menambahkan, proses penilaian dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemaparan profil, layanan umum dan inovasi melalui zoom meeting, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan.

“Verifikasi dilakukan berdasarkan tiga indikator yang telah disusun dalam instrumen penilaian dan sebelumnya sudah disampaikan kepada masing-masing puskesmas,” terangnya. (renn)

Editor : Akhmad