BANJARMASIN, klikkalsel.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengajak umat Islam tidak sekadar menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai agenda tahunan, tetapi menjadikannya momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran Rasulullah.
Pesan tersebut disampaikan Hasnuryadi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Kamis malam (10/9/2026).
Mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, Hasnuryadi hadir bersama Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin M.M.Pd dan penceramah Banua Guru Ilham Humaidi.
Hasnuryadi mengatakan, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus dibuktikan melalui kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan menghidupkan ajaran Rasulullah.
“Kita semua yakin lah bahwa kita semua cinta kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Tapi bagaimana memaknainya dari maulid ke maulid yaitu dengan menghidupkan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya namun kata Guru Ilham tadi juga untuk mengamalkan seluruh ajaran dari Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dan beliau juga menyampaikan bukan hanya di bulan maulid saja tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, pesan tersebut menjadi penting agar semangat kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti setelah rangkaian peringatan Maulid selesai.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr. H. Muhammad Tambrin mengapresiasi kehadiran Pemerintah Provinsi Kalsel dalam peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
“Ulun sampaikan terimakasih kepada bapak gubernur dan bapak wakil gubernur yang alhamdulillah berhadir di acara maulid Nabi di Masjid Sabilal Muhtadin,” ujarnya.
“Semoga kegiatan ini bernilai ibadah, kecintaan kita kepada Rasulullah menjadi sebuah mahabbah yang besar dan menjadi kebahagiaan buat banua kita Kalimantan Selatan,” sambungnya.
Peringatan Maulid Nabi tersebut diikuti lebih dari 7.000 jamaah. Sejak selepas Salat Magrib, suasana Masjid Raya Sabilal Muhtadin dipenuhi lantunan shalawat dan syair pujian kepada Rasulullah SAW.
Baca Juga : Maulid Nabi di DPRD Kalsel, Jaini Tekankan Akhlak Rasulullah Jadi Pedoman Jalankan Tugas
Baca Juga : Lanjutkan Amanah Sang Ayah, Semarak Maulid Habsy Kembali Digelar DPD Partai Golkar Kota Banjarmasin
Jamaah tidak hanya memenuhi ruang utama masjid, tetapi juga memadati halaman hingga kawasan sekitar masjid. Untuk mengakomodasi jumlah jamaah yang besar, panitia menyiapkan videotron di sejumlah titik sehingga jamaah yang berada di luar ruang utama tetap dapat mengikuti rangkaian acara dan tausiah.
Dalam tausiyahnya, Guru Ilham Humaidi mengingatkan jamaah agar peringatan Maulid tidak hanya dimaknai sebagai kehadiran dalam sebuah acara keagamaan.
Kecintaan kepada Rasulullah, menurutnya, harus diikuti dengan peningkatan hubungan kepada Allah SWT, menghidupkan sunnah dan menjalankan syariat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
“Lihatlah orang dahulu tidak disebut nama Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam melainkan berlinang air mata mereka, rindu, cinta, semangat kembali di dalam menjalankan syariat, di dalam menghidupkan sunahnya Nabi Muhammad, di dalam memperjuangkan risalah yang dulu diperjuangkan oleh Nabi Besar Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam,” kata Guru Ilham di hadapan ribuan jamaah.
Ia juga menekankan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak hanya ditunjukkan pada bulan Rabiul Awwal yang identik dengan peringatan Maulid.
Guru Ilham mengajak umat Islam memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an. Ia mengutip pesan Guru Mulia Al-Habib Umar yang menyebut hubungan seorang hamba dengan Allah SWT dan Rasul-Nya dapat tercermin dari bagaimana hubungan orang tersebut dengan Al-Qur’an.
“Guru Mulia Al-Habib Umar semoga Allah memberikan panjang umur sehat wal’aafiyat kepada beliau. Beliau mengatakan bahwasanya indikator yang paling jelas tentang silatul mu’mini billahi ta’ala wa bi rasuulih, tentang hubungan indah seorang hamba kepada Allah dan kekasih Allah adalah sifatuhu bil Qur’an, bagaimana hubungannya dengan Al-Qur’an,” tegasnya.
Guru Ilham kemudian mengutip hadits dari Ummul Mu’minin Aisyah Radiyallahu Anha tentang akhlak Rasulullah SAW yang berkaitan erat dengan Al-Qur’an.
Di penghujung tausiyah, Guru Ilham kembali menegaskan pentingnya menjadikan Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan.
“Perbaiki hubungan kita dengan Allah dan Rasul-Nya melalui memperbaiki hubungan kita dengan Al-Qur’an maka Allah akan memperbaiki keadaan kita,” tutup Guru Ilham.(restu)
Editor: Amran






