BANJARMASIN, klikkalsel.com – Indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Banjarmasin yang memburuk mulai menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin.
Di tengah meningkatnya indeks standar pencemaran udara hingga berada pada level berbahaya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Banjarmasin juga menunjukkan tren peningkatan.
Dinkes Kota Banjarmasin pun mengimbau masyarakat untuk memperketat perlindungan diri dari paparan asap dan polusi udara, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mulai merasakan keluhan.
Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan, berdasarkan data Dinkes Kota Banjarmasin, jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan sebesar 14,8 persen dalam empat pekan terakhir.
Kasus tercatat naik dari 1.632 kasus pada minggu ke-30 menjadi 1.874 kasus pada minggu ke-33.
Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengatakan tren kasus ISPA sempat mengalami penurunan sebelum kembali meningkat cukup tajam.
Baca Juga : Melonjak Pesat, ISPA di Kalsel Tembus 27.738 Kasus
Baca Juga : Selaraskan dengan Visi Misi Daerah, Disparpora Kotabaru Bahas Soal Strategi Pelayanan Kepemudaan Tahun 2026
“Setelah sempat menurun pada minggu ke-32, kasus kembali meningkat dan mencapai angka tertinggi pada minggu ke-33,” ucapnya, Rabu (9/9/2026).
Peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian lantaran kondisi udara di Banjarmasin belakangan turut dipengaruhi asap dan polusi.
Meski demikian, Yanuar mengatakan ISPA tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Penyakit tersebut dapat dipicu oleh berbagai kondisi, termasuk infeksi maupun paparan lingkungan yang tidak sehat.
Dinkes Banjarmasin masih melakukan kajian untuk mengetahui faktor yang paling dominan memengaruhi peningkatan kasus ISPA.
Namun, sembari menunggu hasil kajian, masyarakat diminta mengambil langkah pencegahan secara mandiri dengan mengurangi paparan asap dan polusi udara.
“ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk infeksi dan paparan polusi atau asap,” tegasnya.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.
“Penggunaan masker saat kualitas udara memburuk serta mengurangi aktivitas di luar ruangan dapat menjadi langkah perlindungan untuk mengurangi paparan,” tandasnya.(fachrul)
Editor: Amran






