500 Peserta Ramaikan Baayun Maulid, Tradisi Banjar yang Ingin Diangkat hingga Nasional

Tradisi Baayun Maulid di Halaman Masjid Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Lantunan salawat dan doa mengalun di halaman masjid Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin saat pelaksanaan Tradisi Baayun Maulid dilaksanakan.

Sebanyak 500 peserta mengikuti tradisi yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Baayun Maulid bukan sekadar prosesi mengayunkan anak di dalam ayunan. Bagi masyarakat Banjar, tradisi ini menjadi warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan sarat dengan nilai keagamaan.

Kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, bersama unsur Forkopimda Kota Banjarmasin dan seluruh kepala SKPD ini memiliki makna tersendiri karena dilaksanakan menjelang momentum lima abad Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah hari ini perayaan Baayun Maulid bertepatan di bulan kita akan memperingati 500 tahun Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Ananda menilai Masjid Sultan Suriansyah memiliki posisi penting dalam sejarah Kota Banjarmasin.

Karena itu, pelaksanaan Baayun Maulid di kawasan tersebut dinilai memiliki keterkaitan kuat antara tradisi, agama dan sejarah masyarakat Banjar.

Pemko Banjarmasin pun berharap tradisi tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat dikembangkan menjadi agenda budaya yang lebih besar.

“Kita berharap juga Baayun Maulid ini menjadi kalender event, bukan hanya Kota Banjarmasin, tapi mudah-mudahan menjadi kalender event Indonesia,” katanya.

Menurutnya, penguatan kawasan Masjid Sultan Suriansyah juga perlu dilakukan agar semakin mampu menunjang aktivitas budaya dan wisata religi, seperti fasilitas pendukung bagi masyarakat dan pengunjung.

“Sudah kita sampaikan, insyaallah akan dianggarkan, paling lambat tahun depan insyaallah penambahan tempat wudu, WC dan kamar mandi,” jelasnya.

Baca Juga : Polresta Banjarmasin Amankan Rangkaian Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah

Baca Juga : Baayun Maulid, Tradisi Banjar sebagai Wujud Syukur dan Cinta kepada Rasulullah SAW

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan jumlah peserta Baayun Maulid tahun ini sengaja ditetapkan sebanyak 500 orang.

Angka tersebut bukan tanpa makna. Jumlah 500 peserta menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Untuk Baayun Maulid tahun ini diikuti oleh 500 peserta. Jadi 500 peserta yang disiapkan slot oleh kepanitiaan Masjid Sultan Suriansyah,” terangnya.

“Kebetulan juga di ulang tahun Kota Banjarmasin di bulan September, dan 500 itu bagian daripada 500 tahun Kota Banjarmasin,” sambungnya.

Peserta merupakan warga Kota Banjarmasin yang ditentukan berdasarkan hasil koordinasi dan rapat kepanitiaan bersama pihak kecamatan serta unsur terkait lainnya.

Baayun Maulid menjadi salah satu cara masyarakat Banjar mempertahankan tradisi leluhur yang berpadu dengan nilai-nilai keislaman.

“Ini suatu kebudayaan, kebudayaan dari turun-temurun sebenarnya. Baayun Maulid adalah bagian daripada tradisi mengungkapkan rasa kebahagiaan akan munculnya Islam yang ada di Kalimantan,” jelasnya.

Melihat nilai budaya dan sejarah yang dimiliki, Pemko Banjarmasin membuka peluang untuk mengembangkan Baayun Maulid menjadi agenda budaya yang lebih besar.

Pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam pengembangan kegiatan tersebut.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan Baayun Maulid sekaligus membuka peluang agar tradisi khas masyarakat Banjar ini semakin dikenal di luar daerah.

Untuk jumlah peserta tahun ini masih disesuaikan dengan kapasitas lokasi pelaksanaan. Sabil pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum mendapat kesempatan mengikuti tradisi tersebut.

“Kami mengucapkan pertama terima kasih dan mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kota Banjarmasin. Kami tidak bisa di tahun ini memfloating sesuai dengan kehendak karena keterbatasan tempat,” ungkapnya.

“Tahun depan nanti akan kami pikirkan lagi supaya dapat diperbanyak lagi pesertanya, termasuk supaya proporsional yang berminat itu dapat melaksanakan. Namun kami maksimalkan sesuai dengan tempat yang tersedia,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran