YOGYAKARTA, klikkalsel.com – PS Barito Putera tak hanya mempersiapkan kekuatan tim dari sisi fisik dan taktik. Tim berjuluk Laskar Antasari ini juga membekali pemain dan official dengan pemahaman mengenai aturan permainan sepak bola melalui program edukasi Laws of The Game (LoTG).
Kegiatan tersebut digelar di sela-sela Training Center (TC) PS Barito Putera di Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).
Program ini menghadirkan Referee Assessor (RA) yang ditugaskan secara resmi oleh PSSI sebagai pemateri.
Dalam kegiatan tersebut, pemain dan official mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan terbaru regulasi sepak bola, interpretasi aturan, hingga penerapannya dalam berbagai situasi pertandingan.
Pembekalan ini diharapkan mampu menyamakan persepsi seluruh elemen tim dalam memahami keputusan maupun kejadian yang muncul selama pertandingan.
Bagi PS Barito Putera, program tersebut juga memiliki arti penting dalam penguatan aspek Sporting yang menjadi bagian dari proses Club Licensing.
Edukasi mengenai regulasi pertandingan dinilai menjadi salah satu langkah untuk membangun klub yang semakin profesional dan memiliki standar kerja yang lebih baik.
Baca Juga : Bertandang ke 17 Mei, Kendal Tornado Targetkan Curi Poin dari PS Barito Putera
Baca Juga : Suporter Minta Wasit Asing pada Laga Penutup PS Barito Putera di Liga 2
Owner PS Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman memberikan, dukungan terhadap program tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas klub harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui penguatan pengetahuan pemain dan official.
“Kami mendukung dan akan terus mendorong program-program edukasi seperti ini. Pemahaman terhadap regulasi permainan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas klub,” ujar Hasnuryadi, Jumat (28/6/2026).
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya PS Barito Putera membangun tata kelola klub yang lebih baik, sekaligus mendukung terciptanya kompetisi yang berlangsung secara profesional dan sportif.
“Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus memperkuat tata kelola dan aspek teknis klub, sehingga kompetisi dapat berjalan secara fair dan profesional,” katanya.
Hasnuryadi menambahkan, peningkatan kapasitas tidak boleh berhenti pada aspek teknis di lapangan. Edukasi dan pemahaman regulasi juga perlu menjadi bagian dari proses pembentukan klub secara menyeluruh.
“Melalui program Educational Programme Laws of The Game, saya berharap pemain dan official memiliki pemahaman yang lebih seragam terhadap regulasi sepak bola,” pungkasnya.(restu)
Editor: Amran






