TANJUNG, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong menggandeng lima Kabupaten di kawasan Banua Anam, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memperkuat pengendalian inflasi melalui Kesepakatan Bersama Penguatan Ketersediaan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Kerja Sama Komoditas Strategis dalam rangka Pengendalian Inflasi Daerah se-Banua Anam.
Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam rangkaian High Level Meeting (HLM) Terpadu TPID, TPAKD dan TP2D Kabupaten Tabalong, Rabu malam, 26 Agustus 2026, di Jakarta.
Lima daerah yang bergabung bersama Tabalong yakni Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Tapin.
Inisiatif ini digagas Bupati Tabalong HM Noor Rifani dan menjadi yang pertama kali dilakukan di Kalsel bahkan Indonesia.
Kerja sama difokuskan pada empat hal utama, yakni memastikan ketersediaan komoditas, menjaga keterjangkauan harga, memperlancar distribusi, serta memperkuat kerja sama komoditas strategis antardaerah.
Bupati Tabalong HM. Noor Rifani menegaskan, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri karena setiap daerah memiliki potensi produksi dan kebutuhan yang saling berkaitan.
la menilai, pengendalian inflasi membutuhkan kolaborasi karena kondisi ekonomi antardaerah memiliki keterkaitan yang erat.
“Inflasi tidak bisa kita kendalikan sendiri-sendiri. Ada daerah yang menjadi sentra produksi dan ada daerah yang membutuhkan pasokan. Karena itu, kerja sama antardaerah menjadi sangat penting,” ujar H. Fani.
Baca Juga : Pemkab Tabalong Pererat Silaturahmi dengan Veteran dan Janda Veteran pada HUT RI ke-81
Baca Juga : Pemkab Tabalong Perkuat Komitmen Pembangunan ZI Menuju WBK dan WBBM
Menurutnya, Banua Anam memiliki potensi besar untuk membangun ekosistem ekonomi kawasan yang saling mendukung. Dengan kerja sama yang lebih terstruktur, potensi produksi masing-masing daerah dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lainnya.
Kerja sama tersebut juga diharapkan mampu mempercepat respons pemerintah apabila terjadi gangguan pasokan maupun kenaikan harga komoditas strategis.
Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Kepala OJK Kalimantan Selatan Agus Maiyo, Asisten Direktur BI Prayudhi Azwar, Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas RI Maino Dwi Hartono, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel Ariadi Noor menilai kolaborasi antardaerah menjadi langkah positif dalam memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di Kalsel.
Langkah Tabalong yang menginisiasi kerja sama enam kabupaten se-Banua Anam ini diapresiasi. Bahkan, kolaborasi ini dinilai dapat menjadi model sinergi antardaerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi kawasan.
Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Tabalong Habib M. Taufani Alkaff, Direktur Utama Bank Kalsel, Dandim 1008 Tabalong, Kepala daerah se-Banua Anam, serta sejumlah pihak terkait.
Kesepakatan ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret, mulai dari pemetaan surplus dan kebutuhan komoditas, penguatan rantai pasok hingga perdagangan antardaerah.
Kolaborasi enam kabupaten se-Banua Anam menjadi langkah bersama untuk menjaga pangan tersedia, harga tetap terjangkau, distribusi lancar, dan inflasi tetap terkendali. (renn)
Editor : Akhmad






