BANJARBARU, klikkalsel.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan bakal diperkuat dengan pengerahan 1.000 polisi hutan (Polhut) dari berbagai daerah.
Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di tiga wilayah yang dinilai rawan karhutla, yakni Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, para personel Polhut itu dijadwalkan mulai tiba di Kalimantan pada Senin (24/8/2026).
“Besok atau lusa polisi hutan dari berbagai daerah akan tiba, ditempatkan di tiga daerah prioritas,” kata Raja Juli Antoni di sela meninjau penanganan karhutla di kawasan Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, pembagian personel akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah. Para Polhut nantinya tidak bekerja sendiri, tetapi bergabung dengan tim gabungan yang sudah melakukan penanganan karhutla di lapangan.
Baca Juga : Gubernur Muhidin Dampingi Staf Khusus Presiden Haji Isam dan KSAL Padamkan Karhutla di Guntung Damar
Baca Juga : Mahasiswa Geruduk DPRD Kalsel, Soroti Karhutla, Listrik Padam hingga Antrean BBM
Mereka akan berkoordinasi dengan Manggala Agni, relawan, serta petugas lainnya dalam memperkuat penanganan karhutla dari sisi darat.
“Nanti akan berkoordinasi dengan petugas gabungan lainnya,” ujarnya.
Raja Juli menyebut pengerahan 1.000 Polhut tersebut merupakan bentuk dukungan Kementerian Kehutanan untuk memperkuat personel di lapangan, terutama dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
Ia juga mengingatkan petugas agar tidak lengah saat menangani kebakaran di kawasan gambut. Sebab, api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar hilang.
Menurutnya, bara api masih bisa bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul ketika tertiup angin atau terkena panas matahari.
“Meski titik api sudah tidak terlihat di permukaan, namun asap masih menyala di bawah. Ini bisa kembali menyala jika tertiup angin atau terkena terik matahari,” tandasnya. (rizqan)
Editor: Abadi






