Religi  

Pembinaan Mental Spiritual ASN, Supian HK Dorong Nilai Agama Diterapkan dalam Pekerjaan

Ketua DPRD Kalsel saat menghadiri kegiatan Keagamaan dilingkungan Sekretariat Dewan
Ketua DPRD Kalsel saat menghadiri kegiatan Keagamaan dilingkungan Sekretariat Dewan

BANJARMASIN, klikkalsel.com — Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Supian HK, mendorong seluruh ASN dan karyawan di lingkungan Sekretariat DPRD Kalsel menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Supian HK saat menghadiri kegiatan Pembinaan Mental Spiritual ASN di Musholla Rapat DPRD Kalsel, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh ASN dan karyawan/karyawati Sekretariat DPRD Kalsel itu menghadirkan KH. M. Fadlian Noor sebagai penceramah.

Supian HK berharap tausiyah yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial.

Ia meminta, nilai-nilai yang disampaikan dalam ceramah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga apa yang disampaikan penceramah memberikan manfaat besar dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Supian HK.

Baca Juga : Anggaran Seret, DPRD Kalsel Desak Aset Daerah Jadi Mesin PAD

Baca Juga : Kado Hari Jadi ke-76 Kalsel, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Berkapasitas 3.000 Jemaah Resmi Dibuka

Ia juga berharap kegiatan pembinaan mental spiritual dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi bagian dari upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan para pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kalsel.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Kalsel H. Muhammad Jaini, mengatakan pembinaan mental spiritual merupakan salah satu upaya meningkatkan sifat dan perilaku religius ASN serta karyawan.

Menurutnya, ketakwaan kepada Allah SWT penting untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan agar berjalan lancar, penuh keberkahan dan mendapat ridha Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, KH. M. Fadlian Noor mengajak seluruh peserta mempererat ukhuwah Islamiyah. Menurutnya, persaudaraan dan kepedulian antarsesama perlu terus dijaga, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar kewajiban sebagai umat Islam tidak ditinggalkan meski dalam kondisi lelah setelah menjalankan pekerjaan.

Yang tak kalah penting, ia mengingatkan agar seseorang tidak merasa bangga atau sombong atas ibadah yang telah dilakukan.
“Ibadah itu untuk diamalkan, bukan untuk disombongkan,” tegas KH. M. Fadlian Noor.(azka)

Editor : Akhmad