TABALONG, klikkalsel.com – Pelatihan keterampilan kerja dinilai menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Firman Yusi mendorong program pelatihan tenaga kerja terus diperbanyak.
Hal itu disampaikan Firman saat membuka Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri Kejuruan Tata Boga, khususnya pastry bakery, bagi warga Desa Tanta dan Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, Selasa (18/8/2026).
Pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel tersebut merupakan realisasi aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui reses Firman Yusi di Desa Tanta.
Firman mengapresiasi, Pemprov Kalsel melalui Disnakertrans yang telah menindaklanjuti aspirasi warga. Ia berharap program serupa tidak berhenti, tetapi justru diperluas ke lebih banyak masyarakat.
“Hampir setiap gubernur, hampir setiap periode gubernur, misi nomor satunya adalah pengembangan sumber daya manusia. Harusnya pelatihan-pelatihan macam ini yang harus diperbanyak, bukan dikurangi,” tegas Firman.
Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga meminta 16 peserta yang seluruhnya perempuan mengikuti pelatihan secara serius hingga tuntas.
Menurutnya, kemampuan mengolah roti, kue, pastry, cookies hingga cake memiliki peluang besar dikembangkan menjadi usaha rumahan.
Baca Juga : Anggaran Seret, DPRD Kalsel Desak Aset Daerah Jadi Mesin PAD
Baca Juga : Kado Hari Jadi ke-76 Kalsel, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Berkapasitas 3.000 Jemaah Resmi Dibuka
Tak hanya memberikan pelatihan, Firman juga meminta Pemerintah Desa Tanta ikut mengawal peserta setelah kegiatan selesai. Dukungan tersebut dinilai penting, terutama dalam pengurusan perizinan dan membuka akses pemasaran.
“Kami juga berharap desa yang menjadi tempat pelaksanaan turut serta berkontribusi dengan memberikan dorongan kepada seluruh peserta pelatihan, termasuk perizinan dan pemasarannya. Pelatihannya ini kan bidang tata boga, roti, bakery, mudah-mudahan bisa berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang P4TK Disnakertrans Kalsel Indah Fajarwati, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kompetensi sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.
Pelatihan bekerja sama dengan LPK Marlina Banjarbaru. Menurut Indah, sektor pastry dan bakery memiliki prospek usaha yang cukup luas seiring meningkatnya permintaan terhadap berbagai produk olahan makanan.
“Produk seperti roti, kue, pastry, cookies, cake dan berbagai olahan makanan lainnya tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi sehari-hari, tetapi juga memiliki pasar yang terus berkembang,” kata Indah.
Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri Kejuruan Tata Boga Pastry Bakery Tahun 2026 diikuti 16 peserta dari Desa Tanta dan Desa Tanta Hulu.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 19–21 Agustus 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Tanta, Kecamatan Tanta, Tabalong.(azka)
Editor : Akhmad






