Jembatan Perintis Garuda Resmi Berdiri, Buka Akses Warga Basirih Selatan ke Aluh-Aluh

Pangdam XXII/Tambun Bungai, Danrem 101/Antasari, Dandim 1007/Banjarmasin, Kapolresta Banjarmasin, dan Wali Kota Banjarmasin saat meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Basirih Selatan

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Akses jalan warga di kawasan Handil Bujur, Kelurahan Basirih Selatan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kini semakin terbuka setelah Jembatan Perintis Garuda resmi berdiri dan mulai dimanfaatkan masyarakat, Kamis (13/8/2026).

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 75 meter tersebut menjadi penghubung penting antara wilayah Basirih Selatan, Kota Banjarmasin, dengan Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar.

Pembangunan jembatan merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur serentak di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai melalui koordinasi Korem 101/Antasari dan Kodim 1007/Banjarmasin.

Program yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto tersebut diresmikan secara serentak bersama ribuan jembatan dan titik air bersih di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian dilakukan secara virtual dari Istana Merdeka, Jakarta.

Jembatan tersebut dikerjakan selama kurang lebih tiga bulan. Kehadirannya sekaligus menggantikan akses lama berupa jembatan kayu ulin sepanjang sekitar 50 meter yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan pembangunan jembatan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita berharap dengan adanya jembatan ini akan mempermudah transportasi bagi masyarakat, baik untuk akses perekonomian, pendidikan, maupun pengembangan usaha lainnya. Intinya, TNI, Polri, dan negara hadir langsung untuk rakyat,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga : Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda 2026 di Tanah Bumbu

Baca Juga : Penantian Panjang Warga Terbayar, Jembatan Perbatasan Banjarmasin dan Aluh-Aluh Diperbaiki

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menilai pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga membuka peluang bagi warga dalam menjalankan aktivitas pendidikan, pekerjaan hingga perekonomian.

“Pembangunan infrastruktur seperti ini pada akhirnya harus memberikan kemudahan bagi masyarakat. Anak-anak bisa bersekolah dengan lebih nyaman, warga dapat bekerja dan beraktivitas dengan lebih lancar, dan akses ekonomi masyarakat juga semakin terbuka,” terangnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga fasilitas yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami menyambut baik dan mendukung program ini. Yang tidak kalah penting setelah jembatan dibangun adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan merawatnya agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Bagi masyarakat Handil Bujur, keberadaan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar pembangunan fisik. Jembatan tersebut menjadi akses vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah dan mengaji, hingga petani yang membawa hasil panen padi serta warga yang harus bepergian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah seorang warga RT 25 Kelurahan Basirih Selatan, Asnawi, mengaku bersyukur dengan dibangunnya jembatan baru tersebut.

“Dulu jembatannya terbuat dari kayu ulin hasil swadaya, kondisinya sudah rusak dan lapuk karena sudah lama. Sekarang Alhamdulillah dibangunkan jembatan baru yang jauh lebih kokoh,” tuturnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jembatan Perintis Garuda agar tetap kokoh dan dapat digunakan dalam waktu lama.

“Terima kasih Pemko Banjarmasin, Kodim, Korem, Kodam hingga Presiden Prabowo Subianto yang telah mendukung pembangunan jembatan ini,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran