RSJ Sambang Lihum Tak Hanya untuk Pasien Jiwa

Direktur RSJ Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora
Direktur RSJ Sambang Lihum Yuddy Riswandhy Noora

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Direktur RSJ Sambang Lihum, Yuddy Riswandhy Noora, memastikan rumah sakit yang dipimpinnya tengah bertransformasi menjadi rumah sakit umum menyusul terbitnya Permenkes Nomor 6 Tahun 2026.

Yuddy mengatakan, RSJ Sambang Lihum saat ini telah memenuhi 10 dari 12 layanan wajib yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Dua layanan yang masih harus dipenuhi adalah Intensive Care Unit (ICU) dan ruang operasi minor.

Menurutnya, roadmap awal menempatkan pembangunan kamar operasi minor pada 2027 dan ICU pada 2028. Namun, rencana tersebut diubah karena rumah sakit belum memiliki dokter bedah.

“Kalau melihat kondisi kami, dokter bedah belum ada. Karena itu kami mengubah prioritas. ICU kami bangun lebih dulu karena bisa dimanfaatkan oleh semua layanan, baik anak, jiwa, saraf maupun layanan lainnya,” kata Yuddy usai gelar rapat dengan Komisi IV, Selasa (21/7/26).

Ia menjelaskan, perekrutan dokter bedah mulai dipersiapkan tahun ini, sehingga layanan operasi diharapkan dapat berjalan setelah kebutuhan SDM terpenuhi.

Baca Juga : Tanpa Sekat, Gubernur Muhidin Jadikan Nobar Final Piala Dunia Ruang Kebersamaan Warga dan Pemprov Kalsel

Baca Juga : Halte Trans Banjarbakula Jadi Sasaran Vandalisme, Dishub Kalsel Terkendala Anggaran untuk Perbaikan

RSJ Sambang Lihum menargetkan seluruh persyaratan 12 layanan selesai dipenuhi pada 2028, agar tetap memenuhi standar rumah sakit yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Untuk mendukung transformasi tersebut, pembiayaan akan memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan proyeksi pendapatan rumah sakit yang telah dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah (TAP).

Selain melengkapi layanan, Yuddy mengatakan, pihaknya juga berupaya menghapus stigma bahwa Sambang Lihum hanya melayani pasien gangguan jiwa. Berbagai promosi dan sosialisasi terus dilakukan, agar masyarakat mengetahui rumah sakit kini juga memberikan layanan kesehatan umum.

Sebagai bagian dari transformasi itu, manajemen juga berencana mengubah nama RSJ Sambang Lihum pada tahun depan, agar lebih mencerminkan statusnya sebagai rumah sakit umum.

“Stigma bahwa Sambang Lihum hanya rumah sakit jiwa memang masih belum lepas. Karena itu kami terus melakukan promosi agar masyarakat tahu layanan kami sudah lebih luas,” pungkasnya (azka).

Editor : Akhmad