BANJARMASIN, klikkalsel.com – Aksi vandalisme yang merusak estetika sejumlah halte Trans Banjarbakula belum bisa segera ditangani. Keterbatasan anggaran membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel masih memprioritaskan operasional armada bus dibandingkan perbaikan fasilitas pendukung tersebut.
Kepala Dishub Kalsel, M. Fitri Hernadi, mengatakan kebijakan efisiensi anggaran membuat pihaknya harus menentukan prioritas penggunaan dana. Saat ini, fokus utama diarahkan untuk menjaga operasional bus Trans Banjarbakula sekaligus meningkatkan kualitas layanan.
“Yang terpenting saat ini bus tetap beroperasi sehingga masyarakat yang membutuhkan transportasi bisa tetap terlayani. Kami juga sedang menyiapkan peningkatan layanan seperti tarif integrasi dan tarif berlangganan,” tuturnya, Selasa 21/7/2026).
Fitri mengungkapkan, hingga kini belum tersedia alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan halte, terutama halte portable yang berada di sejumlah titik koridor Trans Banjarbakula.
Sebagai langkah jangka panjang, Dishub Kalsel tengah menyusun skema kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola dan memelihara halte.
Baca Juga :Ā Dishub Kalsel Prioritaskan PJU di Jalan Menuju Pelaksanaan MTQĀ
Baca Juga :Ā Bedakan Kosong di Belakang Garasi Speed Boat Dishub Kalsel Kebakaran
Konsep tersebut mengadopsi sistem yang telah diterapkan di sejumlah kota besar, di mana perusahaan dapat menjadi sponsor sekaligus memberikan identitas nama pada halte.
Selain penamaan halte, kerja sama itu juga membuka peluang pemanfaatan ruang iklan sebagai sumber pembiayaan pemeliharaan fasilitas.
“Konsepnya seperti penamaan halte di Jakarta. Harapannya nanti pemeliharaan halte dapat dilakukan oleh pihak ketiga sehingga kondisinya tetap terawat,” kata Fitri.
Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan pembahasan bersama DPRD Kalsel, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Sebab, kerjasama itu berkaitan dengan pemanfaatan aset daerah serta mekanisme pengelolaan dan pembagian pendapatan.
Fitri menambahkan, dalam hal menjaga fasilitas publik tidak hanya bergantung pada pemerintah maupun pihak sponsor. Menurutnya, peran masyarakat juga sangat menentukan agar halte yang telah dibangun tidak kembali menjadi sasaran vandalisme.
“Kalau nanti ada perusahaan yang membantu membuat halte menjadi lebih baik, tetapi masyarakat tidak ikut menjaganya, tentu hasilnya akan sia-sia. Karena itu kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum,” pungkasnya. (rizqan)
Editor: Abadi





