BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sejumlah persoalan dan aspirasi disampaikan warga saat reses Anggota DPRD Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, di Kedai 99, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan penelaahan aspirasi masyarakat Anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut, dihadiri masyarakat dari Kelurahan Teluk Tiram, Teluk Tiram Selatan, dan Pelambuan Selatan.
Dalam pertemuan itu, warga mengeluhkan kondisi titian ulin di bantaran Sungai Teluk Tiram yang mulai lapuk dan dinilai membahayakan aktivitas masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Saut menyatakan, perbaikan titian perlu menjadi prioritas karena berkaitan dengan keselamatan warga.
“Titian ini digunakan masyarakat setiap hari. Kondisinya yang sudah rapuh tentu harus segera mendapat perhatian agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Selain infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait bantuan sosial. Sebab, belum pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH), sementara sejumlah orang tua mempertanyakan penghentian bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang disebut dilakukan secara bergiliran.
Baca Juga : Bagian 2: Jejak Sejarah Rumah Sakit di Banjarmasin, Dari Fort Tatas hingga Berdirinya RSUD Ulin
Baca Juga : Jalan Martapura Lama Retak dan Amblas, PUPR Kalsel Kaji Penanganan Permanen
Menurut Saut, mekanisme penyaluran bantuan pendidikan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka. Namun, ia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk memastikan dasar penghentian bantuan kepada penerima.
“Persoalan lingkungan turut menjadi perhatian warga. Mereka meminta pemerintah membersihkan batang kelapa yang masih berada di bantaran Sungai Saka Permai sejak proyek pembangunan berlangsung. Penanganan sampah dan pendangkalan sungai juga diharapkan segera dilakukan sebagai langkah mengantisipasi banjir saat musim hujan,” ucapnya.
Di sisi lain, warga mengusulkan pemasangan cermin tikungan di sejumlah persimpangan yang rawan kecelakaan, serta penambahan tiang listrik karena kabel yang menggantung dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menanggapi seluruh masukan tersebut, Saut menegaskan setiap aspirasi akan dibawa ke DPRD Banjarmasin untuk diteruskan kepada instansi yang berwenang.
“Semua usulan masyarakat akan kami perjuangkan sesuai kewenangan masing-masing. Reses menjadi sarana untuk memastikan kebutuhan warga dapat masuk dalam program pembangunan pemerintah,” katanya.
Usai kegiatan reses, Saut berencana meninjau langsung sejumlah titik yang dikeluhkan masyarakat agar memiliki gambaran kondisi di lapangan sebelum mengusulkan penanganan kepada pemerintah.
“Saya siap membantu beberapa kebutuhan mendesak yang memungkinkan ditangani secara swadaya, seperti pengecoran di sejumlah titik lingkungan,” tukasnya. (farid)
Editor : Amran





