Toko Kopi Mae Kembali Gelar Maeraung Volume III

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Toko Kopi Mae kembali menghadirkan turnamen tinju tahunan bertajuk Maeraung Volume III yang akan digelar pada 25–26 Juli 2026.

Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024, ajang ini hadir dengan konsep yang lebih menarik dan kompetitif.

Sekretaris Pelaksana Maeraung Volume III, Harry Nugraha mengatakan, persiapan pelaksanaan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia juga telah menerima pendaftaran dari sejumlah peserta yang akan bertanding di berbagai kelas.

Menurut Harry, terdapat perubahan konsep dibandingkan dua edisi sebelumnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya Maeraung menghadirkan perebutan sabuk juara di kelas 51 kilogram dan 54 kilogram, maka pada edisi 2026 panitia memilih menghadirkan pertandingan yang lebih kompetitif dengan mempertemukan para juara Maeraung 2024 dan 2025 melawan petinju-petinju terbaik dari Kalimantan Tengah.

“Melihat perkembangan olahraga tinju di Kalimantan Selatan yang saat ini semakin banyak agenda pertandingan hingga persiapan menuju PON Bela Diri, kami mencoba menghadirkan konsep baru. Para juara Maeraung edisi sebelumnya akan berhadapan dengan petinju terbaik dari Kalimantan Tengah,” ujar Harry.

Ia menjelaskan, panitia telah mengirimkan surat undangan kepada petinju Kalimantan Tengah. Selain itu, pelaksanaan turnamen juga telah mengantongi rekomendasi dari Pertina Kalimantan Selatan sehingga seluruh proses administrasi dan organisasi telah berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga : Kemenangan Barito Putera di Kandang PSS Sleman Disaksikan Meriah di Toko Kopi MAE

Baca Juga : Bank Kalsel dan Pemko Banjarmasin Hadirkan Program UMARA untuk Pelaku UMKM

Untuk nomor pertandingan, Maeraung Volume III tetap mempertandingkan kelas-kelas yang hampir sama dengan edisi sebelumnya. Panitia membagi peserta ke dalam dua kategori, yakni kategori atlet binaan Pertina dan kategori try out yang terbuka untuk umum.

Harry menjelaskan, kategori try out menjadi wadah bagi masyarakat atau petinju non-atlet untuk mengukur kemampuan bertanding. Sementara kategori atlet diperuntukkan bagi petinju binaan Pertina sebagai ajang menambah jam terbang sekaligus mengasah kemampuan menghadapi berbagai kejuaraan yang akan datang.

“Kami rasa ajang ini menjadi bagian dari persiapan atlet menghadapi event-event berikutnya, termasuk agenda terdekat menuju PON Bela Diri,” katanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga memutuskan tidak menggelar perebutan Sabuk Barito Putera seperti yang dilakukan pada edisi sebelumnya. Harry mengatakan, perebutan sabuk tersebut akan kembali digelar pada penyelenggaraan Maeraung setelah tahun 2026.

Meski demikian, dukungan terhadap penyelenggaraan Maeraung tetap mengalir. Barito Putera kembali menjadi pendukung utama turnamen, sebagaimana yang telah dilakukan sejak penyelenggaraan sebelumnya.

Selain Barito Putera, Maeraung Volume III juga mendapat dukungan dari Nur Sulaiman Community (NSC), Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Kalimantan Selatan, serta Pemuda Pancasila.

Harry berharap semakin banyak pihak yang ikut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Maeraung sehingga olahraga tinju di Kalimantan Selatan dapat terus berkembang.

“Tinju menjadi salah satu cabang olahraga unggulan di daerah,” pungkasnya. (airlangga)

Editor: Abadi