Religi  

Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-2 KH Masdar bin H Umar, Ribuan Jemaah Padati Desa Sungai Tuan

MARTAPURA, klikkalsel.com – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri Haul ke-2 KH Masdar bin H Umar di Desa Sungai Tuan, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Sabtu (4/7/2026) malam.

Kehadiran Wakil Gubernur Kalsel didampingi Habib Rifki Alaydrus. Keduanya bergabung bersama ribuan jemaah yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian haul ulama kharismatik tersebut.

Sejak usai salat Isya, kawasan Desa Sungai Tuan telah dipadati jalemaah. Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan haul yang berlangsung penuh kekhusyukan.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari partisipasi warga sekitar yang membuka rumah mereka sebagai tempat singgah bagi para tamu.

Tak sedikit warga yang secara swadaya menyiapkan makanan dan minuman untuk jamaah yang hadir.

Informasi dihimpun, KH Masdar bin H Umar merupakan ulama sepuh keturunan (zuriat) Datuk Kalampayan yang lahir di Desa Sungai Tuan pada tahun 1940 Masehi.

Baca Juga : Wagub Kalsel Resmikan Yayasan Attazkiah Al Anshari dan TPA Al-Qur’an Thoha Hasan Sulaiman di Tapin

Baca Juga : Wagub Kalsel Hadiri pelantikan YJI Kotabaru: Dorong Penguatan Program Jantung Sehat

Beliau merupakan putra tunggal pasangan H Umar, seorang ulama, dan Hj Galuh, putri tokoh masyarakat Sungai Tuan bernama H Makmun.

Semasa menuntut ilmu, KH Masdar mengawali pendidikan di Pondok Pesantren Sulamul Ulum, Desa Dalam Pagar, sekitar tahun 1950 Masehi selama tiga tahun.

Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Di pesantren tersebut, KH Masdar dikenal sebagai sosok yang cerdas dan memiliki daya ingat luar biasa. Sejak usia sekitar 15 tahun, beliau telah mampu menghafal Al-Qur’an serta sejumlah kitab keilmuan Islam.

Dari berbagai informasi yang dihimpun, KH Masdar juga merupakan teman sebangku semasa belajar dengan Guru Sekumpul ketika keduanya menjadi santri di Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Meski demikian, KH Masdar kemudian mengakui Abah Guru Sekumpul sebagai guru beliau.(restu)

 

Editor: Amran