Balangan, klikkalsel.com – Tradisi Maiwak atau bagagap iwak di Sungai Kali Maraup, Desa Panggung, Kecamatan Paringin Selatan, kembali digelar dengan meriah pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini menjadi warisan budaya masyarakat yang terus dijaga dan dilestarikan sebagai sarana mempererat kebersamaan serta gotong royong antarwarga.
Kehadiran Bupati Balangan H. Abdul Hadi menambah kemeriahan Tradisi Maiwak Sungai Kali Maraup yang diikuti ratusan warga Desa Panggung. Tradisi tahunan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa persaudaraan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sungai.
Dalam sambutannya, Bupati Balangan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Panggung dan seluruh masyarakat yang secara konsisten mempertahankan tradisi Maiwak. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kearifan lokal yang patut dijaga karena mampu mempererat hubungan sosial sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga : Bupati dan Wabup Balangan Hadiri Pembukaan MTQN XXXVII Kalsel, Beri Semangat Kafilah Balangan
Baca Juga : DPLH Balangan Dorong Pelaku Usaha Terapkan Pengelolaan Sampah dan Air Limbah Domestik
Usai kegiatan, Abdul Hadi mengatakan tradisi bagagap iwak telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Balangan sejak lama dan selalu dinantikan setiap tahunnya.
“Di Balangan, tradisi bagagap iwak sudah menjadi kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ketua panitia, kepala desa, serta seluruh panitia dan masyarakat yang terus berkomitmen melestarikan tradisi ini sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Maiwak Sungai Kali Maraup, Hafis Ansyari, menyampaikan rasa syukur karena tradisi yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur kembali dapat dilaksanakan pada tahun ini. Ia mengatakan kegiatan tersebut terus mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Balangan dan sejumlah sponsor yang turut membantu penyediaan hadiah bagi peserta.
“Alhamdulillah, tahun ini kami kembali dapat melaksanakan tradisi bagagap iwak di Desa Panggung. Tradisi ini sudah ada sejak zaman datu nenek moyang dan terus kami lestarikan hingga sekarang. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Daerah, Bank Kalsel, BPR, dan PT Air Minum Sanggam yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” kata Hafis.
Ia menambahkan, penentuan juara dilakukan berdasarkan berat hasil tangkapan ikan, dengan kategori juara satu, dua, dan tiga. Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai doorprize yang dibagikan kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam memeriahkan Tradisi Maiwak Sungai Kali Maraup.
rfk/klik





