BANJARMASIN, klikkalsel.com – Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) Pusat menggelar kegiatan pembuatan dan pembagian bubur asyura dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah di sejumlah titik di Kota Banjarmasin.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KKB Pusat dalam melestarikan tradisi budaya dan keagamaan yang telah sering kali dilakukan oleh warga Kalimantan Selatan saat momen 10 Muharram.
Ketua Umum KKB Pusat, Yuni Abdi Nur Sulaiman, yang diwakili oleh Ketua Departemen OKK KKB Pusat, Niffari Wafa Firdaus mengatakan bahwa 10 Muharram merupakan momentum penting yang sarat dengan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.
“Tradisi membuat bubur asyura ini sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat kita,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).
“Pak Ketua, Yuni Abdi Nur Sulaiman menegaskan bahwa melalui kegiatan ini kami ingin terus menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebersamaan serta semangat berbagi kepada sesama,” lanjutnya.
Menurutnya, proses pembuatan bubur asyura melibatkan banyak unsur masyarakat yang bekerja bersama-sama mulai dari persiapan bahan hingga pembagian kepada warga.
Nilai gotong royong tersebut menjadi salah satu pesan utama yang ingin terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak kehilangan akar budaya dan tradisi yang telah berkembang sejak lama.
“Kami berharap generasi muda dapat mengenal dan mencintai tradisi ini. Bukan hanya sebagai kegiatan memasak bersama, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan kegiatan berbagi bubur asyura juga menjadi bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin memperkuat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat. Tradisi yang baik seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, KKB Pusat berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama peringatan 10 Muharram dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Kota Banjarmasin.(fachrul)
Editor : Amran





