Pemko Benahi Wisata Sungai Banjarmasin, 80 Motoris Klotok Dapat Seragam Baru

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai melakukan pembenahan sektor wisata susur sungai dengan mendorong peningkatan kualitas pelayanan yang lebih profesional.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyiapkan seragam khusus bagi para motoris klotok agar tampil lebih rapi dan memberikan kesan yang lebih baik bagi wisatawan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat citra wisata sungai yang selama ini menjadi identitas khas Kota Seribu Sungai.

Selain menghadirkan pengalaman wisata yang lebih nyaman, pembenahan juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Banjarmasin di mata pengunjung.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil mengatakan, konsep tersebut terinspirasi dari pelayanan wisata sungai di Belanda, di mana pengemudi kapal wisata tampil dengan pakaian yang rapi dan memiliki identitas pelayanan yang kuat.

“Di Belanda itu motoris kapal wisatanya berpakaian rapi dan dipanggil kapten. Konsep itu yang coba kita terapkan di Banjarmasin agar pelayanan wisata susur sungai menjadi lebih berkesan dan profesional,” ujarnya.

Baca Juga : Tuntut Kejelasan Pasca Kebakaran, Pedagang Bawang Datangi Balai Kota Banjarmasin

Baca Juga : Polisi Tegur Sekelompok Pemuda Berkostum Tuyul di Jalan A Yani Banjarmasin

Menurutnya, pembenahan yang dilakukan tidak hanya sebatas perubahan tampilan luar para motoris. Pemkot juga mulai menanamkan standar etika pelayanan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman selama menikmati wisata susur sungai.

Para motoris nantinya akan diberikan arahan terkait tata cara pelayanan, mulai dari sikap saat menyambut wisatawan, komunikasi yang baik, hingga membangun kenyamanan selama perjalanan berlangsung.

“Kita ingin pengunjung merasa nyaman. Jangan lagi ada motoris berpakaian tapih atau memakai baju robek saat membawa wisatawan,” tegasnya.

Sabil menjelaskan, program penggunaan seragam tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan sementara diterapkan pada akhir pekan, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu.

Pemilihan waktu tersebut dilakukan karena kunjungan wisatawan biasanya mengalami peningkatan saat akhir pekan.

“Sebanyak 80 motoris klotok disiapkan menerima masing-masing dua stel seragam. Jika hasil evaluasi dinilai positif, penggunaan seragam akan diwajibkan setiap hari,” pungkasnya.(adv/fachrul)