Tak Ada Waktu Menunggu, Wali Kota Banjarmasin Desak Penanganan Sampah Tuntas dari Hulu ke Hilir

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin saat memanggil jajaran Dinas Lingkungan Hidup ke Rumah Dinas Wali Kota Banjarmasin

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Persoalan sampah di Kota Banjarmasin kembali menjadi sorotan serius. Pemko Banjarmasin pun bergerak cepat merespons kondisi di lapangan, terutama terkait masih menumpuknya sampah yang belum tertangani optimal, mulai dari sumber hingga ke tempat pembuangan akhir.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, pun langsung memanggil jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ke Rumah Dinas di Jalan Dharma Praja.

Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah konkret untuk mempercepat penanganan persoalan yang dinilai sudah mendesak.

Dalam rapat itu, Yamin menyampaikan arahannya secara tegas.

“Kami tidak punya waktu menunggu. Semua program yang sudah dirancang harus segera dijalankan. Penanganan sampah ini harus bergerak dari hulu sampai hilir secara nyata, bukan sekadar rencana di atas kertas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mendorong percepatan implementasi kebijakan, dengan fokus pada hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, menjelaskan bahwa penanganan dari sumber menjadi prioritas utama saat ini.

“Arahan Wali Kota jelas, kami diminta mempercepat implementasi, terutama dari hulu. Saat ini kami juga menyiapkan regulasi berupa Peraturan Wali Kota agar masyarakat ikut terlibat dalam pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sejak awal.

Baca Juga : Penanaman Pohon Hingga Reformasi Sampah, Semangat 500 Tahun Kota Banjarmasin

Baca Juga : Buka Lomba Desain Motif Sasirangan 2026, Wali Kota Banjarmasin Dorong Sasirangan Ekspor dan Sampah Diolah

Di sisi lain, persoalan teknis juga menjadi perhatian, khususnya dampak penutupan TPA Basirih terhadap sistem pembuangan akhir. Salah satu kendala utama yang ditemukan adalah belum optimalnya pemisahan antara air hujan dan air lindi.

“Ini sedang kami kebut. Pemisahan tersebut menjadi kunci agar operasional TPA bisa kembali berjalan normal,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem yang selama ini berjalan, namun juga membuka peluang perbaikan menuju pengelolaan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Selain itu, pemerintah kota juga mulai menjajaki penggunaan teknologi pengolahan sampah yang dinilai lebih efektif. Sejumlah alternatif telah diajukan dan direncanakan masuk dalam skema penganggaran, terutama untuk penanganan darurat.

“Beberapa alternatif sudah kami ajukan dan direncanakan masuk dalam penganggaran, khususnya untuk penanganan darurat. Ini peluang besar untuk bertransformasi,” tambahnya.

Meski demikian, keterbatasan anggaran dan kesiapan infrastruktur masih menjadi tantangan yang harus dihadapi secara bertahap.

Rapat tersebut turut melibatkan jajaran teknis DLH yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan di lapangan. Pemerintah kota menilai, keberhasilan penanganan sampah sangat bergantung pada sinergi internal serta dukungan masyarakat luas.

Dengan percepatan regulasi, pembenahan teknis, dan dorongan inovasi teknologi, Pemko Banjarmasin menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.

“Pesan yang disampaikan pun sangat jelas yakni perubahan tidak bisa ditunda, dan langkah yang diambil kali ini diharapkan benar-benar memberikan dampak hingga ke tingkat masyarakat,” pungkasnya.(fachrul)

 

Editor: Amran