MARABAHAN, klikkalsel.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) bersama Kementerian Pertanian melaksanakan Gerakan Tanam Serempak dalam rangka program Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2026, Kamis (13/3/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana dan menjadi bagian dari langkah strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan menuju swasembada berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi, Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, jajaran Forkopimcam Mandastana, Kepala Dinas Pertanian, para penyuluh pertanian, serta tokoh masyarakat setempat.
Kabupaten Barito Kuala menargetkan optimalisasi lahan sawah seluas 1.696 hektare pada tahun 2025/2026. Melalui program Optimasi Lahan (Oplah) Rawa, Desa Puntik Dalam menjadi salah satu titik penting dalam mendukung pencapaian target tersebut.
Sebelumnya, lahan pertanian di wilayah ini telah melalui tahap uji coba model Demfarm (demonstrasi farming) dengan hasil yang dinilai cukup menjanjikan. Dengan penggunaan varietas padi unggul, produktivitas lahan diperkirakan dapat mencapai 6 ton per hektare.
Baca Juga : https://klikkalsel.com/rups-pt-pbkm-digelar-bupati-batola-soroti-peran-perusahaan-tingkatkan-pad/
Secara nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program Cetak Sawah Rakyat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Barito Kuala menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam mendukung pengembangan sektor pertanian.
“Kalimantan Selatan, khususnya Barito Kuala, memiliki lahan pertanian terluas di antara 13 kabupaten. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kami siap berdiskusi dan membantu demi kemajuan pertanian di daerah kita agar menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujar H. Bahrul Ilmi.
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari TNI. Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi menyatakan kesiapan pihaknya untuk turut mendampingi para petani di lapangan.
Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas pangan daerah melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) secara optimal.
Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian juga terus mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara maksimal. Gerakan tanam serempak ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam mendukung visi Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional.
Dengan langkah tersebut, Barito Kuala optimistis dapat memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan swasembada pangan nasional di masa mendatang. (airlangga)
Editor: Abadi





