96 Pebiliar Banjarmasin Adu Kemampuan di Wali Kota Cup 2026, Pemkot Bidik Bibit Atlet Baru

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin usai membuka kejuaraan billiard
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin usai membuka kejuaraan billiard

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Sebanyak 96 pebiliar asal Kota Banjarmasin menguji kemampuan dalam Kejuaraan Biliar Wali Kota Cup 2026 yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin di Stars Billiard Banjarmasin, Rabu (19/8/2026).

Kejuaraan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin tersebut berlangsung selama tiga hari, hingga Jumat (21/8/2026).

Seluruh peserta merupakan pebiliar asal Banjarmasin. Meski masih berskala lokal, turnamen ini menjadi langkah awal Pemko Banjarmasin untuk membangun pembinaan olahraga biliar secara lebih serius dan berkelanjutan.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR yang membuka langsung kejuaraan tersebut mengatakan, Wali Kota Cup baru pertama kali digelar pada 2026.

Ia berharap ajang ini mampu membangkitkan gairah para pencinta dan penghobi biliar, sekaligus menjadi ruang bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan.

“Kesempatan sore hari ini kita membuka Kejuaraan Billiard Wali Kota Cup. Ini baru pertama kali diadakan di Kota Banjarmasin pada tahun 2026,” ucapnya.

“Tentunya kita berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dan juga menjadi motivasi bagi para pencinta, penghobi, dan tentunya para atlet billiard itu sendiri,” lanjutnya.

Namun, menurut Yamin, suksesnya penyelenggaraan bukan menjadi satu-satunya target Pemko Banjarmasin.

Baca Juga : Sambut 500 Tahun Banjarmasin, Pemko Gelar Sholat Hajat dan Doa Bersama

Baca Juga : HUT ke-81 RI di Balai Kota Banjarmasin Bakal Tampil Beda

Dari puluhan pebiliar yang ambil bagian, ia berharap muncul talenta-talenta potensial yang dapat terdeteksi sejak dini untuk kemudian mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini juga akan menjaring bibit-bibit. Tentunya nantinya ketika ada kegiatan kejuaraan nasional mereka bisa lebih fair, lebih bagus lagi untuk membawa nama baik Kota Banjarmasin, dan luasnya Kalimantan Selatan,” katanya.

Yamin menyadari, kemampuan seorang atlet akan sulit berkembang secara maksimal apabila hanya menghadapi lawan dari lingkungan kompetisi yang sama.

Karena itu, ia menginginkan Wali Kota Cup tidak berhenti sebagai turnamen lokal. Pada pelaksanaan berikutnya, cakupan peserta diharapkan diperluas dengan mengundang pebiliar dari luar Banjarmasin.

Bahkan, ia membuka peluang agar kejuaraan tersebut berkembang hingga tingkat regional Kalimantan dan lebih luas lagi.

“Kita berharap kegiatan ini tidak hanya Kota Banjarmasin. Ke depannya kegiatan lomba ini bisa mengundang daerah-daerah lainnya, entah se-Kalimantan Selatan, se-Kalimantan, atau nanti secara umum lebih luas lagi,” ungkapnya.

Perluasan peserta dinilai dapat membuat persaingan di meja pertandingan semakin kompetitif.

Bagi pebiliar Banjarmasin, kehadiran lawan dari luar daerah juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi karakter permainan yang berbeda.

Dengan begitu, atlet dapat mengetahui sejauh mana kemampuan mereka ketika berhadapan dengan pebiliar dari daerah lain.

Bagi Pemko Banjarmasin, Wali Kota Cup 2026 bukan sekadar agenda olahraga dalam rangkaian Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

Ajang ini diharapkan menjadi titik awal pembinaan biliar yang dilakukan secara konsisten, sehingga proses pencarian dan pengembangan bibit atlet tidak berhenti setelah turnamen berakhir.

Yamin juga berharap dukungan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalimantan Selatan semakin kuat, sehingga kompetisi serupa dapat terus digelar dan menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk berkembang.

“Harapan kita kegiatan ini menjadi awal. Mudah-mudahan Ketua Umum POBSI Kalimantan Selatan juga selalu memberikan dukungan dan support agar kegiatan ini bisa terus kita laksanakan untuk menjaring minat dan bakat anak-anak kita di Kota Banjarmasin” pungkasnya. (adv/fachrul)