Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi, Tiga Perangkat Daerah Pemkab Tabalong Tanda Tangani Komitmen Bersama

Penandatanganan komitmen bersama pada Disnaker, Dinas Sosial, DSP3AP2KB dan RSUD H Badaruddin Kasim di Gedung Informasi Pembangunan

TANJUNG, Klikkalsel.com – Komitmen menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Tabalong.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik kepada seluruh lapisan masyarakat dalam pembangunan zona integritas.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) dan RSUD H Badaruddin Kasim Tabalong di Gedung Informasi Pembangunan, Selasa (20/01/2026).

Penandatanganan turut disaksikan oleh Bupati Tabalong yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabalong, H Abubakar Sidiq.

Tak hanya penandatanganan, sosialisasi pembangunan zona integritas menuju WBK yang diikuti perwakilan jajaran tiga perangkat daerah yang ditunjuk turut dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Abubakar menyampaikan, pembangunan zona integritas bukanlah sekadar pemenuhan administrasi atau penilaian semata.

Baca Juga : Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Tabalong Berikan Beasiswa dan Seragam Gratis PAUD

Baca Juga : Pemkab Tabalong Raih Anugerah Cita Negeri 2026, Apresiasi Komitmen Wujudkan Daerah Sejahtera dan Sehat

“Ini merupakan komitmen nyata seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menghadirkan birokrasi yang bersih, transparan, akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima,” ucapnya saat membacakan sambutan Bupati Tabalong.

Pada 2026 ini, Pemkab Tabalong telah menetapkan tiga perangkat daerah sebagai lokus pembangunan zona integritas yaitu Disnaker, DSP3AP2KB dan RSUD.

Menurutnya, penetapan ini didasarkan dalam berbagai pertimbangan, termasuk peran strategis perangkat daerah tersebut dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

“Saya berharap penetapan ini dapat dimaknai sebagai kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk menjadi contoh dan teladan bagi perangkat daerah lainnya,” ujarnya.

Abubakar juga berharap agar seluruh pimpinan dan jajaran yang mengikuti sosialisasi ini bisa memahami secara utuh konsep, tahapan serta indikator pembangunan zona integritas.

“Lebih dari itu, perubahan pola pikir dan budaya kerja, dari yang biasa menjadi luar biasa, dari sekadar menjalankan tugas menjadi melayani dengan sepenuh hati,” harapnya. (Dil/adv)