Sosial  

Wali Kota Banjarmasi Tinjau dan Serahkan Bantuan Banjir ke Warga Sungai Lulut

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pasang air tinggi ditambah dengan curah hujan tinggi, membuat sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin terendam banjir rob hingga berhari-hari.

Di tengah genangan banjir yang kembali merendam permukiman warga, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani melakukan peninjauan langsung, sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga yang rumahnya terendam.

Salah satu titik yang didatangi Wali Kota Banjarmasin yakni kawasn Sungai Lulut Dalam RT 08, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, yang tinggi genangan airnya sekitar 15-30 sentimeter.

Ketinggian air yang mencapai hampir setengah lutut orang dewasa, memaksa sebagian warga membatasi aktivitas dan bersiaga menghadapi kemungkinan genangan yang lebih tinggi.

Muhammad Yamin menjelaskan bahwa Kelurahan Sungai Lulut memiliki sedikitnya lima aliran sungai yang saling terhubung. Posisi wilayah ini yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar menjadikan penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial.

“Kita berharap ke depan ada kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kabupaten Banjar, terutama dalam upaya normalisasi dan perbaikan aliran sungai,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).

Ia mengatakan bahwa upaya normalisasi dan revitalisasi sungai harus dilakukan secara terencana dan tepat waktu, yakni pada musim kemarau, agar hasilnya lebih maksimal dan tidak terkendala debit air.

Baca Juga : Kerahkan Seluruh SKPD, Bantuan Gubernur Kalsel Menguatkan Warga di Tengah Kepungan Banjir

Baca Juga :Ā 10 Kecamatan Terendam Banjir di Kabupaten Banjar, 91 Ribu Jiwa Terdampak

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang dialami warga. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi,” ungkapnya.

“Tadi kami juga telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Balai Wilayah Sungai agar dapat melihat langsung kondisi warga di RT 08 Sungai Lulut,”lanjutnya.

Selain penanganan sungai, menurutnya, sistem drainase yang tertutup tidak hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai akses jalan warga, khususnya bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Selain itu, ia juga turut mengimbau kesadaran masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar tidak memperluas bangunan hingga melampaui sempadan sungai, karena dapat menghambat aliran air dan memperparah risiko banjir.

“Kalau bangunan terus menjorok ke sungai, mungkin rumahnya terasa lebih luas, tapi dampaknya mengganggu aliran sungai dan merugikan masyarakat secara luas. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” terangnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, sebuah mushola dengan elevasi lebih tinggi saat ini difungsikan sementara sebagai tempat evakuasi warga. Lokasi tersebut terhubung langsung dengan RT setempat dan menjadi titik aman bagi warga yang terdampak genangan.

“Saya bersama jajaran akan mulai mengeruk dan normalisasi sungai disaat musim kemarau depan, agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi,” pungkasnya.(fachrul)

 

Editor: Amran