BANJARMASIN, klikkalsel.com – SU (72), pelaku pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur di Banjarmasin lakukan rayuan dan iming-iming memberi uang.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsefa, melalui Kanit PPA, Ipda Partogi Hutahaean mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban sedang pulang sekolah dengan berjalan kaki.
âKemudian, saat korban melewati pos jaga malam tempat pelaku bekerja, pelaku memanggil korban untuk masuk ke dalam pos tersebut,â ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Di dalam pos tersebut, pelaku merayu korban agar mau mengikuti keinginan dengan mengiming-imingi memberikan uang kepada korban.
“Pelaku memberikan uang sebesar Rp2 ribu kepada korban, agar mau menuruti keinginannya,” kata Partogi.
Ia juga mengungkapkan, pelaku sudah melakukan aksi bejatnya itu sejak Agustus 2025, sampai dengan November 2025.
“Jadi pelaku ini sudah sebanyak 10 kali mencabuli korban, dengan cara memegang bagian intim korban, dan yang terakhir itu pelaku sempat menyetubuhi korban sebanyak satu kali,” ungkapnya.
Baca Juga :Â Wakar 72 Tahun Tega Gauli Anak Kelas 3 SD
Baca Juga :Â Kejati Kalsel Geledah Kantor PT Bangun Banua Terkait Dugaan Korupsi di 2009-2023, Dirut Dukung Pengusutan Perkara
Setelah kejadian tersebut, korban pun menceritakan hal tersebut kepada orang tuanya. Dan orang tuanya pun tidak terima dan melaporkan pelaku ke Unit PPA Polresta Banjarmasin.
Partogi membeberkan, kalau pelaku merupakan petugas jaga malam di salah satu komplek di Kecamatan Banjarmasin Utara.
“Pelaku dan korban ini bisa dibilang saling kenal, karena rumahnya tidak jauh dari pos tersebut, dan kalaupun berangkat atau pulang sekolah melewati pos tersebut,” tuturnya.
Disamping itu, SU mengaku sudah sebanyak 10 kali mencabuli anak yang masih berusia sembilan tahun itu. Saat melakukan aksinya, kata SU, dirinya tidak ada sampai melakukan pemaksaan dan kekerasan.
“Hanya saya kasih uang saja, terakhir itu saya kasih Rp2 ribu, sebelumnya ada yang saya kasih Rp5 ribu, Rp3 ribu, dan Rp3 ribu,” kata SU.
“Saya memilih dia (korban), karena masih polos jadi mudah untuk dirayu,” lanjutnya.
Ia mengaku, melakukan aksi bejatnya itu lantaran ingin memuaskan hawa nafsunya.
“Karena nafsu makanya sampai melakukannya, karena saya istri saya sudah meninggal 1 tahun yang lalu,” pungkasnya. (airlangga)
Editor : Akhmad





