Uniska Siap Akreditasi Jurnal

Workshop dan pelatihan Jurnal di Uniska yang diisi oleh pemateri Burso dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung saat memberikan paparannya di Kampus Uniska Banjarmasin. (foto : azka/klikkalsel)

BANJARMASIN, klikkalsel– Salah satu indikasi kemajuan lembaga pendidikan adalah dengan adanya penelitian aktif oleh para dosennya yang dipublikasi melalui junal.

Workshop dan pelatihan Jurnal di Uniska yang diisi oleh pemateri Burso dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung saat memberikan paparannya di Kampus Uniska Banjarmasin. (foto : azka/klikkalsel)

Karena itu penulisan bagi seorang dosen adalah hal yang wajib selain mengajar. Sebab, ruh eksistensi kampus yang memiliki reputasi baik dan terkenal melalui tulisan serta penelitian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I Uniska, H Jarkawi disela Worrkshop dan Pelatihan Jurnal, Sabtu, (30/12/2017) dikampus Uniska Banjarmasin.

Eksistensi jurnal menurutnya, merupakan kewajiban bagi setiap lembaga pendidikan yang sekaligus menjadi kebutuhan bagi para dosen dalam membangun karir akademisnya.

Oleh sebab itu kata dia, diperlukan upaya dan kemauan keras agar penelitian dan publikasi ilmiah melalui jurnal dapat dikelola secara baik.

“Kalau para dosennya memiliki karya jurnal yang baik serta terpublis dengan benar tidak menutup kemungkinan Uniska salah satu perguruan tinggi yang terdepan,’’ katanya.

Selain itu ditambahkannya, jika jurna penulisan serta penelitian banyak terpublis oleh para dosennya, tentunya sangat membanggakan.

Karena tidak menutup kemungkinan untuk Jurnal Penulisan dan penelitian dosen mendapat predikat terakreditasi. “Kita akan berusaha untuk mendapatkannya,’’ ucapnya.

Sementara  Relawan Jurnal Indonesia, Kalimantan Selatan,  Angga Taufan Dayu mengatakan, selain jenjang sertifikasi seorang pengajar terutama publikasi bagi dosen selain meningkatkan peringkat Perguruan Tinggi.

Selain itu, juga dapat mengembangkan hasil riset tersebut sebagai materi pengajaran yang selalu update dan dikembangkan sesuai perkembangan keilmuan dan praktek.

Berdasarkan informasi dari Kemenristek Dikti, dosen yang tidak pernah melakukan penelitian dan publikasi, berakibat pada rendahnya kemampuan menulis buku ajar berbasis riset.

Bahkan, kemenristek Dikti juga menekankan penilaian kinerja Dosen yang berbasis penelitian dan pengabdian masyarakat yang dipublikasikan melalui karya ilmiah. “Bagi dosen penulisan adalah wajib,’’ imbuhnya.

Dalam Workshop dan pelatihan Jurnal di Uniska diikuti puluhan peserta dari Dosen pengajar serta Civitas Uniska, dengan pemateri Burso dari UIN Sunan Gunung Jati Bandung.(azka)

Editor : Amran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.