Banjarmasin

Tumpukan Karung Berisi Lumpur Berbau, Ganggu Pejalan Kaki

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tumpukan karung berisi lumpur di kawasan trotoar depan Samsat, Jalan Hasan Basri, menuai keluhan warga sekitar dan pejalan kaki.

Tidak hanya tumpukan yang mengotori trotoar, akan tetapi aroma tidak sedap dan tertutupnya akses jalan trotoar akibat tumpukan tersebut menjadi keluhan para pejalan kaki, khususnya para mahasiswa/i dan para pelajar di sekitar kawasan tersebut.

Salah seorang mahasiswi yang kerap melewati jalan tersebut mengaku, terganggu dengan adanya tumpukan karung tersebut, menurutnya, selain mengganggu akses pejalan kaki, aroma kurang sedap yang dikeluarkan lumpur sisa pembersihan drainase tersebut sangat tidak nyaman dan membuat risih.

“Karung ini menghalangi jalan, terus mengeluarkan bau yang tidak enak,” ucapnya.

Karena hal itu, ia berharap kepada pemerintah, agar tumpukan karung sisa pembersihan saluran drainase tersebut bisa segera dibersihkan.

“Saya harap ini bisa segera diangkut, agar bisa memberikan kenyamanan kembali untuk para pejalan kaki,” cetusnya.

Sementara itu ketika di konfirmasi klikkalsel.com, Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Hizbul Wathony, mengatakan bahwa pihaknya mengetahui tentang tumpukan karung yang berisi lumpur di atas trotoar depan Kantor Samsat dan Universitas Lambung Mangkurat tersebut.

Ia menyampaikan bahwa ratusan karung tersebut merupakan hasil sisa pembersihan saluran drainase sejak dua minggu, namun masih belum terangkut.

“Iya itu belum terangkut, karung itu berisi lumpur sisa hasil pembersihan saluran disitu,” ujar Toni.

Mendengar banyaknya keluhan dari warga dan pejalan kaki, pihaknya akan secepatnya membersihkan karung lumpur yang menumpuk di atas trotoar depan kantor samsat dan Kampu ULM tersebut, dan Toni berjanji pembersihan dan pengangkutan karung tersebut akan diselesaikan hari ini, Senin (21/10/2019)

“Iya kami dari PUPR sendiri yang akan membersihkannya. Insya Allah hari ini sudah diangkut semua,” tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa karung tersebut sengaja ditumpuk oleh para pekerja diatas trotoar, karena para pekerja ingin mengeringkan lumpur terlebih dahulu sebelum diangkut.

“Pagi tadi sudah kita hubungi yang mengerjakan untuk langsung diangkut. Tapi katanya sengaja, biar kering dulu,” tandasnya.(fachrul)

Editor : Amran

To Top