BANJARMASIN, klikkalsel.com – Pemko Banjarmasin memanfaatkan tiga bulan terakhir tahun anggaran 2026 untuk mempercepat pelaksanaan program sekaligus mengejar target keuangan daerah.
Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin kini fokus mendorong realisasi belanja daerah, sembari memastikan capaian pendapatan dapat memenuhi target yang telah ditetapkan.
Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, mengatakan realisasi belanja hingga September 2026 telah mendekati 60 persen. Dengan waktu yang tersisa, pihaknya menargetkan capaian tersebut dapat meningkat hingga akhir tahun.
“Belanja kita sampai dengan triwulan September itu ya posisinya sudah hampir 60 persen, mudah-mudahan dalam 3 bulan ini bisa mencapai minimal 90 persennya. Nah, itu untuk serapan belanja,” ujar Edy, Rabu (7/10/2026).
Sementara dari sisi pendapatan, perkembangan yang dicapai BPKPAD dinilai cukup positif. Untuk itu ia optimistis di sisa waktu tiga bulan dapat dimanfaatkan untuk menuntaskan target tersebut.
Bahkan, pihaknya berharap pencapaian tahun ini dapat melampaui realisasi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk pendapatan sendiri, sekarang sudah di posisi di atas 75 persen, sekitar 70 atau 78 persen lah. Mudah-mudahan dalam waktu 3 bulan ini target pendapatan kita sudah terpenuhi dan belanja kita bisa terlampaui dari tahun-tahun sebelumnya,” terangnya
Baca Juga : Triwulan I 2026, PAD Banjarmasin Masih Lambat Tumbuh, Pendapatan Daerah Ditopang Dana Transfer
Baca Juga : Bupati Barito Kuala Komit Benahi Administrasi dan Optimalkan Pendapatan Daerah
Untuk mengejar sasaran tersebut, Edy mengatakan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri. Karena itu koordinasi dengan SKPD menjadi salah satu langkah yang ditempuh agar program yang telah masuk dalam APBD Perubahan dapat berjalan sesuai rencana.
Ia juga menginginkan agar pihak yang berkaitan dengan proses pengadaan barang dan jasa bisa menyamakan persepsi, agar pelaksanaan program pada sisa tahun anggaran tidak mengalami keterlambatan.
“Langkah pertama adalah kita memadukan, menyamakan persepsi terkait dengan pelaksanaan jangka di perubahan ini dengan teman-teman SKPD, dan dengan teman-teman dari RAPBD sehingga program yang sudah direncanakan di perubahan ini bisa terlaksana dengan tepat waktu dan tepat sasaran,” jelasnya
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memastikan anggaran yang telah dialokasikan dapat segera diterjemahkan ke dalam program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyaraka
Kendati demikian, ia juga mengakui bahwa berbagai kemungkinan kendala bisa saja muncul dalam pelaksanaan program yang sudah ditetapkan.
Dengan begitu, pihaknya pun melakukan pemetaan terhadap potensi hambatan secara berkala. Dengan langkah mitigasi tersebut, risiko yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan diharapkan bisa ditekan
“Ya kendala ada, makanya kita melakukan mitigasi terhadap apa kendalanya. Nah, sehingga kita bisa mengurangi risiko kendala sehingga kegiatan itu tetap terlaksana dengan baik sesuai dengan programnya,” pungkasnya.(fachrul)
Editor: Amran







