Sekolah Terendam Banjir, SMPN 30 Banjarmasin Terapkan PJJ Demi Keselamatan Siswa

BANJARMASIN, klikkalsel.com – Tingginya curah hujan yang bertepatan dengan fenomena pasang air laut kembali menyebabkan banjir merendam sejumlah wilayah di Banjarmasin.

Dampaknya tak hanya dirasakan pemukiman warga, tetapi juga menjalar ke lingkungan pendidikan, termasuk SMP Negeri 30 Banjarmasin.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah memutuskan mengalihkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin (5/1/2026).

Kebijakan ini diambil demi menjaga keselamatan siswa dan memastikan proses pendidikan tetap berjalan di tengah situasi darurat banjir.

Kepala SMPN 30 Banjarmasin, Faisal Rahman, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihaknya melakukan kajian terhadap kondisi fisik sekolah serta akses jalan menuju lokasi.

Kondisi halaman sekolah di SMPN 30 Banjarmasin yang terendam hampir selutut orang dewasa

 

“Kebetulan SMPN 30 ini agak lumayan terdampak. Pasang air cukup tinggi di depan maupun di luar sekolah. Selain itu, akses jalan di depan juga sangat berpengaruh terhadap keamanan siswa,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, genangan air tidak hanya terjadi di depan sekolah, tetapi juga telah masuk ke area lingkungan sekolah, sehingga menyulitkan aktivitas tatap muka secara langsung.

Lebih lanjut, Faisal menyebut kebijakan PJJ ini juga berpedoman pada Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin yang memberikan keleluasaan bagi satuan pendidikan untuk menyesuaikan metode pembelajaran sesuai kondisi di lapangan.

Baca Juga :Ā Disdik Banjarmasin Pantau Sekolah Terdampak Banjir Rob, Puluhan Satuan Pendidikan Alihkan KBM ke PJJ

Baca Juga :Ā Sejumlah Wilayah Kalsel Dilanda Banjir, Ketua DPRD Kalsel Dorong Relokasi Warga Bantaran Sungai

Selain faktor kondisi bangunan dan akses, latar belakang sosial siswa turut menjadi pertimbangan utama.

Dari total 592 siswa SMPN 30 Banjarmasin, sekitar 70 persen diketahui tinggal di kawasan yang terdampak banjir cukup parah.

“Mayoritas siswa berasal dari Sungai Lulut, Sungai Bakung, kawasan Pramuka, hingga Jalan Siaga,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama saat meninjau langsung kondisi SMPN 30 Banjarmasin

Pihak sekolah merencanakan PJJ akan berlangsung selama tiga hari ke depan terhitung mulai Senin.

Namun demikian, kebijakan tersebut bersifat dinamis dan akan dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan kondisi genangan.

Terkait kehadiran tenaga pendidik, Faisal menegaskan bahwa para guru tetap diminta masuk ke sekolah selama kondisi tempat tinggal mereka memungkinkan.

“Guru sementara, selama tidak terdampak di rumahnya, kita sarankan tetap hadir sesuai aturan kepegawaian,” bebernya.

“Namun, apabila guru tersebut juga menjadi korban banjir, tentu akan ada penyesuaian izin dan dispensasi,” pungkasnya.(fachrul)

Editor: Amran